Kesehatan
11-Apr-2007 11:56:13 WIB
SAPA
Workshop Basic Life Support Rumah Sakit Pusat Pertamina



Berita HOT:

indosiar.com, Jakarta - Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke 35 Rumah Sakit Pusat Pertamina mengadakan Workshop Basic Life Support atau Bantuan Hidup Dasar.

Dalam acara yang digelar, Minggu tanggal 25 Maret 2007, di Auditorium Rumah Sakit Pertamina itu, peserta mendapat pengarahan bagaimana memberikan pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami cidera atau kecelakaan di suatu tempat.

Program Workshop Basic Life Support yang dihadiri lebih dari 100 peserta ini memberikan banyak manfaat. Terbukti pada acara itu tidak hanya dihadiri oleh kalangan remaja saja, tetapi orangtua dan bahkan ada yang usianya lebih dari 70 tahun. Mereka menganggap bahwa latihan bantuan hidup dasar ini penting, karena sehari-hari sering ditemukan kejadian kecelakaan atau musibah di jalanan. 

Bayangkan saja, jika dalam keluarga kita mengalami kecelakaan atau luka berdarah, paling tidak kita bisa memberi pertolongan pertama sebelum memanggil para medis atau dibawa ke rumah sakit. 

Ternyata tidak mudah ketika kita memberi pertolongan pada seseorang yang sedang mengalami cidera atau musibah di tempat umum. Bisa-bisa si korban akan bertambah parah atau malah meninggal dunia.


Program ini dipandu oleh para dokter dan instruktur dari RSPP yang berkompeten. Para instruktur menjelaskan cara-cara memberikan pertolongan pertama jika terjadi suatu kecelakaan.

Dalam program ini para peserta juga langsung diberi pengarahan untuk mengenal lebih jauh mengenai alat bantu dalam menangani pasien/korban, serta dilakukan praktek langsung bagaimana cara memberikan pertolongan pertama.

Cara-cara pertolongan yang diberikan antara lain :
1. Jika melihat korban terjadi pendarahan, segera hentikan pendarahan dengan cara diperban atau dibalut agar aliran darah terhenti.
2. Bagaimana mengangkat korban yang benar jika korban mengalami patah tulang.
3. Bagaimana cara memberi napas buatan jika korban pingsan sebelum pertolongan medis datang.
4. Bagaimana cara membalut luka korban dengan benar supaya tidak terjadi pendarahan yang lebih parah.
5. Apabila melihat orang yang mengalami cidera, sebaiknya mencari bantuan orang lain atau panggil para medis dan jangan melakukan pertolongan sendiri.
6. Bawa korban dengan menggunakan kendaraan yang nyaman agar luka korban tidak semakin parah.

Selain apa yang dituliskan sebelumnya, dalam workshop tersebut peserta juga diajarkan bagaimana memberi pertolongan pertama yang diantaranya :

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Critical Thinking pada Kedaruratan, Penanggulangan Shock, Pendarahan dan Fraktur, Penanggulangan Kedaruratan Napas, Penanggulangan Kedaruratan Jantung. Bantuan Hidup Dasar (BHD), Estrikasi/Stabilisasi (Balut Bidai), Evakuasi Gadar (Transportasi).

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT): Merupakan pendekatan sistematis dalam penanggulangan penderita gawat darurat (GD) di TKP (tempat kejadian perkara) dan membawanya ketempat pelayanan definitif/rumah sakit. Penanggulangan di TKP meliputi, cara meminta bantuan, mengontrol pendarahan, memasang balut atau bidai hingga korban dibawa ke rumah sakit dengan transportasi yang memadai dan aman.

Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau resusitasi jantung-paru Cardiopulmonary Resuscitation (CPR): Merupakan cara pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada pasien/korban  yang mengalami henti jantung-paru agar korban tetap hidup serta kerusakan otak dapat dicegah, sambil menunggu datangnya pertolongan medis. BHD merupakan teknis yang sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus, sehingga dapat dilakukan semua orang dengan hanya sedikit latihan, namun bila dilakukan dengan benar sangat besar manfaatnya bagi pasien dan dapat menyelamatkan jiwa.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam BHD yakni; Bila anda menemukan korban yang tampaknya tidak sadar, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan apakah korban tersebut betul-betul tidak sadar dengan cara membangunkannya dengan ditepuk, panggil nama, goncangkan perlahan untuk menilai ada respon atau tidak. Anda juga bisa melihat apakah ada tanda-tanda korbn bernapas. Bila pasien ternyata sadar dan ada respon, jangan melakukan BHD, karena akan menyakiti.

Bila ternyata tidak ada respon dari korban hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta pertolongan orang lain untuk menghubungi rumah sakit.

Kedaruratan Jantung: Anda tentu pernah mendengar seseorang yang sebelumnya diketahui sehat, tiba-tiba terjatuh saat sedang bekerja atau sedang melakukan aktifitas olahraga kemudian meninggal sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Banyak kemungkinan yang dapat menyebabkan hal ini, antara lain stroke, serangan jantung, tersedak, renjatan listrik ataupun overdosis.

Pengenalan, Penatalaksanaan Perdarahan, Luka dan Syok:
Ada dua jenis pendarahan yakni pendarahan luar dan dalam. Pendarahan luar terjadi pada permukaan luar tubuh. Pendarahan dalam pada penderita tidak tampak berdarah.

Selama program tersebut berlangsung, salah seorang instruktur, H. Abdul Majid, memberikan pengarahan secara jelas, lugas serta sarat canda. Sehingga suasana program pelatihan tersebut pun cukup akrab. Terlebih saat akhir acara, panitia mengadakan pertanyaan/kuis dalam bentuk peragaan dari teori yang disampaikan. Para perserta pun cukup antusias untuk mengikutinya. Mereka beradu kecepatan dalam memberikan jawaban serta memperagakan apa yang ditanyakan, karena pada akhirnya bagi yang menjawab benar, peserta akan mendapat doorprize.(Sup/An/rev)

Nama:
Email:

More SAPA:
[ more Sapa ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :