
indosiar.com, Banyumas - Bel yang dirancang untuk menandai setiap pergantian waktu kegiatan sokolah ini ternyata mampu meningkatkan disiplin bagi para guru dan murid. Dia memberi nama karyanya itu dengan sebutan Bel Otomatis Sekolah (BOS).
Adalah Julie Pangestu warga Desa Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah yang menciptakan temuan Bel Otomatis Sekolah (BOS) ini. Uniknya, kreasi ini terwujud dari rasa iseng mengotak-atik barang elektronik.
Selidik punya selidik ternyata, pemuda yang pernah terpilih menjadi Pemuda Pelopor Teknologi Tepat Guna tingkat nasional ini juga menawarkan hasil kreasinya kepada sejumlah sekolah. Bahkan kini ratusan sekolah telah memesan temuan bel otomatis ini.
Selain dipergunakan untuk mengatur jadwal kegiatan di sekolah, bel otomatis ini juga bisa digunakan untuk kegiatan perkantoran hingga pabrik. Bel otomatis cipataan Julie ini memang berfungsi mengatur jadwal kegiatan secara otomatis.
Sesuai dengan namanya, bel otomatis ini dapat bekerja secara otomatis tanpa harus bergantung pada seseorang yang mengoperasikan. Bel akan berbunyi sesuai program yang diinginkan.
Kemampuan Bel Otomatis ini bahkan dapat menyimpan 20 jadwal kegiatan atau lebih setiap harinya. Suara bel akan berbunyi secara akurat, menandai jam masuk sekolah, pergantian pelajaran hingga akhir jam pelajaran.
Namun sayang, pengembangan Bel Otomatis Sekolah ciptaan Julie ini terkendala oleh biaya. Katanya, untuk memenuhi permintaan konsumen di wilayah Kabupaten Banyumas saja dibutuhkan modal sedikitnya Rp 1 milyar.
tahap dan bergantung kepada kebijakan pemesan untuk menunggu si Bel Otomotis ini kapan bisa berbunyi di sekolah mereka.(Nanang Anna Nur/Sup/Her)