
Dua buah kotak yang berisi alu dan lesung, padi dan bungkus kain berwarna kuning keemasan diarak sepanjang jalan dusun menuju tempat ritual.
Ritual nuju jerami dimulai dengan mengeluarkan alu dan lesung dari dalam kotak lalu tetua adat membacakan mantra dan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Padi ditumbuk dengan menggunakan dua buah alu secara bergantian sebanyak tujuh kali.
Tumbukan kedua bermaksud mengucapkan salam kepada segentar alam agar penguasa alam tidak menganggu acara ritual adat nuju jerami.
Lalu pada tumbukan ketiga dan seterusnya, warga Air Abik yang masih menganut kepercayaan atiesme itu bermaksud mengucapkan salam kepada segentar angin, embun dan mengungkapkan rasa terima kasih karena mereka telah membawa pulang hasil berladang.
Ritual diakhiri dengan membagikan beras yang sudah ditumbuk kepada tujuh orang dengan tujuan agar warga mendapat berkah di tahun-tahun mendatang akan hasil padi mereka.
Dalam pesta adat ini masyarakat Dusun Air Abik melepaskan segala pekerjaan untuk berbaur bersama dan setiap rumah disediakan bermacam-macam makanan layaknya hari lebaran. (Tim Liputan/Sup)