
Istimewanya anak-anak ini mendapat pendidikan secara gratis. Beginilah suasana rumah bermain dan belajar untuk si kecil di perkampungan Tegal Boto, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur. Setiap hari, bangunan sederhana yang dibangun 10 tahun lalu ini selalu dipenuhi anak balita dari keluarga kurang mampu.
Mereka tampak ceria memainkan sejumlah permainan tradisional seperti dakon, engklek, bola bekel hingga petak umpet.
Hasilnya anak-anak ini tampak fasih berbicara dan bernyanyi menggunakan bahasa Inggris. Anak-anak juga mendapat fasilitas perpustakaan mini yang koleksi bukunya didapat dari sumbangan warga sekitar. Istimewanya anak-anak ini mendapatkan seluruh fasilitas disini dengan gratis.
Menurut Ayu Sutarto, tokoh pendidikan sekaligus pendiri rumah belajar ini tenaga pengajar adalah para relawan dari kalangan mahasiswa dan akademisi.
"Kemiskinan dan kebodohan itu adalah musuh yang sangat mengancam Indonesia termasuk mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena kebodohan dan kemiskinan itu dapat mengakibatkan banyak hal termasuk juga komitmen bernegara dan berbangsa. Jadi itu yang harus diperangi menurut saya" Ujar Ayu Sutarto.
Ditambahkan tekad memerangi kebodohan dan memajukan dunia pendidikan tidak akan tercapai jika pemerintah tidak memiliki komitmen kuat untuk mencerdaskan anak bangsa dari segala lapisan masyarakat. (Tim Liputan/Sup/Ijs)