Sosbud
20-Jun-2008 15:02:34 WIB
SAPA
Museum Biologi
Mengumpulkan Sejarah Makluk Hidup



indosiar.com, Yogyakarta - Museum identik dengan koleksi benda-benda bersejarah. Ironisnya banyak museum di tanah air yang tidak terurus karena berbagai persoalan. Salah satunya adalah Museum Biologi Yogyakarta yang kian tidak terurus setelah diguncang gempa 27 Mei 2006 silam.

Menempati bangunan di Jalan Sultan Agung Yogyakarta, Museum Biologi UGM menyimpan berbagai koleksi. Tengkorak Homo Sapiensi akan menyambut anda saat pertama kali memasuki bangunan bekas pabrik gula peninggalan Belanda ini.

Benda koleksinya merupakan benda hayati dan benda lain yang berhubungan dengan lingkungannya. Ada yang diawetkan utuh tubuhnya, ada pula yang hanya berupa tulang belulang serta replika. Sejumlah binatang langka dan dilindungi dapat dikenali ditempat ini. Hanya saja karena ditempatkan didalam lemari kaca, koleksi tersebut tak bisa disentuh.

Benda koleksi dari binatang dan tumbuhan yang ada berjumlah sekitar tiga ribu spesies dalam bentuk awetan kering. Awetan basah, kerangka dan fosil. Museum ini merupakan bagian dari lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Biologi UGM.

"Museum ini bisa dikunjungi masyarakat umum dan tempat ini merupakan tempat menyimpan koleksi, merawat koleksi dan memberikan peragaan ilmiah bagi siswa- siswi yang membutuhkan informasi tentang biologi dan sekaligus pengabdian masyarakat" ujar Subakir, petugas museum.

Saat gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006 lalu, bangunan ini sempat mengalami kerusakan dan menyebabkan puluhan koleksi didalamnya tak terselamatkan, terutama benda-benda yang diawetkan didalam toples. Sayangnya museum ini terkesan tak terawat dan dibiarkan ala kadarnya. (Tim Liputan/Sup/Ijs)

Nama:
Email:

More SAPA:
[ more Sapa ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :