indosiar.com, Banyumas - Liburan sekolah tidak selalu identik dengan berwisata ke tempat-tempat rekreasi. Di Banyumas, Jawa Tengah misalnya, anak-anak memilih mengisi liburan dengan membantu orangtua mereka dengan berburu tikus di sawah.
Inilah cara anak-anak di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Banyumas mengisi liburan sekolah tahun ini. Mereka yang jauh dari kota ini lebih memilih mencari hiburan disekitar rumah yang murah meriah.
Bersama dengan teman-teman sekolah lainnya, anak-anak ini melakukan perburuan tikus di sawah, karena pada musim kemarau kali ini sawah petani disejumlah tempat diserang hama tikus.
Dengan dibantu para orangtua mereka, lubang-lubang yang menjadi tempat persembunyian hewan pengerat itu dibongkar. Suasana riang pun terjadi saat hewan itu tiba-tiba muncul dari lubang dan menjadi kejaran-kejaran mereka. Anak-anak ini dengan gembira dan tanpa merasa jijik menunjukkan hasil tangkapannya.
"Wah, tikus-tikus ini merusak lahan pertanian hingga menyebabkan gagal panen. Dalam sehari kita semua bisa menangkap 10 sampai 20 tikus kemudian dibakar" ujar petani Solihin.
Menurut petani, pada musim kemarau seperti ini kondisi sawah petani disejumlah tempat diserang hama tikus. Pada panen lalu saja petani hanya mendapatkan sekitar 15 persen. Jumlah ini jelas tidak bisa menutupi biaya produksi. Kini tikus-tikus tersebut makin banyak sehingga harus dilakukan perburuan secara rutin. (Nanang Anna Nur/Sup/Ijs)