Nusantara
7-Jul-2008 11:13:17 WIB
SAPA
Palumba Jarang
Lomba Pacuan Kuda Khas Jeneponto



indosiar.com, Sulawesi Selatan - Tradisi balap kuda atau Palumba Jarang bagi warga Desa Barana, Kecamatan B0angkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan merupakan warisan nenek moyang yang masih tetap dilestarikan hingga saat ini.

Tradisi balap kuda yang sudah berlangsung turun-temurun ini diselenggarakan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan hasil panen.

Even balap kuda atau Palumba Jarang diawali dengan prosesi penyambutan para tamu kehormatan yang merupakan keturunan para raja. Hadirnya keturunan para raja ini merupakan wujud penghormatan warga Desa Barana, Jeneponto terhadap para sesepuh. Untuk menuju lokasi balap kuda, para tamu dan warga yang didampingi dayang-dayang terlebih dulu harus menempuh perjalanan kaki sekitar 2 kilometer.

Disepanjang perjalanan, mereka juga dihibur dengan alunan musik gendang dan suling yang dimainkan warga setempat. Tradisi balap kuda bagi warga Desa Barana merupakan acara yang sangat ditunggu-tunggu.

Tak heran jika pada setiap penyelenggaraan balapan, selalu dilpenuhi oleh peserta dan penonton. Tradisi Palumba jarang ini digelar setiap kali terwujudnya keberhasilan panen, karenanya Palumba Jarang merupakan ekpresi rasa syukur warga kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah.

Uniknya dalam sesi latihan dan balap untuk kelas yang lebih tinggi justru melibatkan joki anak-anak yang usianya tidak lebih dari 12 tahun. Sebagaimana balap kuda pada umumnya, Palumba Jarang ini juga menempatkan mereka yang tercepat sebagai pemenang.

Namun kehadiran joki anak ditengah arena balap yang penuh resiko ini tentu kian menegaskan kedekatan warga Jeneponto dengan kuda. Tidak heran jika kuda sudah menjadi icon kota Jeneponto sejak dulu kala. (Saharuddin Ridwan/Sup/Ijs)

Nama:
Email:

More SAPA:
[ more Sapa ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :