indosiar.com, Jember - Carnaval dan peragaan busana paling spektakuler di tanah air yang digelar di Jember, Jawa Timur, kembali diselenggarakan. Ajang peragaan busana yang dikenal dengan Jember Festival Carnaval (JFC) yang ke 7 kalinya ini masih memiliki daya tarik luar biasa bagi warga Jember dan sekitarnya serta wisatawan domestik dan mancanegara. Pagelaran kali ini mengusung tema World Evolution.
Jember Festival Carnaval (JFC) digelar disepanjang Jalan Protokol Kota Jember. Pagelaran yang ke 7 kalinya ini mengusung tema Evolusi Dunia (World Evolution).
Tema tersebut diwujudkan para pencinta mode di Jember, dalam 9 tema deville. Yakni JFC Marching Band, Arsible Papua, Barikade, Off Earth, Gate Eleven, Roots, Metamorphic, Under Sea dan Robotic.
Tema deville yang dipilih tiap tahunnya berbeda dan disuaikan dengan trend fashion dunia saat ini. Salah satu tema deville yang paling banyak mendapat upause dari penonton dalam JFC kali ini adalah devile Arsible Papua dan deville Roots. Deville Arsiblego Papua ingin mengungkap kekayaan seni budaya Papua yang harus dilestarikan.
Devile ini dikemas dengan konsep inovatif dengan nuansa neo heritage. Sedangkan dalam Devile Roots para peserta menggambarkan pentingnya akar dan ranting pohon bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi.
Pagelaran mampu menyedot perhatian masyarakat dan mengundang decak kabum mereka. Menurut pihak penyelenggara pagelaran disaksikan 200 ribu orang dari dalam dan luar negeri.
Pagelaran ini juga diklaim sebagai peragaan busana terbesar dan terpanjang di dunia karena menggunakan jalan raya sepanjang 3,6 kilometer display catwalk. Sepanjang jalan, para peserta tampak atraktif memperlihatkan beragam formasi gerak tari maupun busana yang dipakai.
Uniknya, para peserta merancang dan memperagakan costumnya sendiri yang terbuat dari bahan - bahan alam yang tersedia disekitar mereka. Dari sekitar 500 peserta yang ikut ambil bagian dalam carnaval, tidak seorangpun yang berhasil dari kalangan model, penari maupun designer. Mereka umumnya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. (Tim Liputan/Dv/Ijs)