Warga Nanggulang Gadingsari, Sanden Bantul, Yogyakarta, memiliki tradisi unik lebaran. Tradisi yang dikenal dengan Syawalan ini, selalu dimeriahkan dengan arak-arakan kesenian reog. Bagi warga Sanden, tradisi ini selalu dimanfaatkan untuk bermaaf-maafan, juga sebagai upaya melestarikan kesenian tradisional.
indosiar.com, Yogyakarta - Persiapan pagelaran kesenian reog untuk memeriahkan tradisi Syawalan ini, dilakukan sejak pagi hari. Persiapan dilakukan dari merias wajah hingga penyediaan kostum.
Usai seluruh persiapan, para pemain segera mengarak reog menuju tempat berlangsungnya acara Syawalan.
Berbeda dengan tari reog pada umumnya, reog syawalan ini selain ditandai dari bentuk tariannya yang indah, juga syair-syair yang dinyanyikan bernuansa Islami. Selain sebagai ajang bermaaf-maafan, tradisi Syawalan warga Sanden Bantul ini juga untuk melestarikan kesenian tradisional.
Para pemain reog umumnya mengaku sangat senang bisa mengikuti acara ini, yang hanya digelar satu tahun sekali. Setelah pentas di acara Syawalan, warga kemudian mengarak reog menuju rumah-rumah di pelosok kampung sebagai penghormatan dan ungkapan permohonan maaf kepada para sesepuh.(Ganding Jatmiko/Ijs)