Nusantara
8-Oct-2008 15:50:31 WIB
SAPA
Tradisi Binarundak Tandai Puncak Lebaran



Bagi warga Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, lebaran selalu identik dengan tradisi Binarundak atau tradisi makan jaha secara massal. Tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun ini, ternyata menjadi motivasi tersendiri bagi para perantau yang mudik pada saat lebaran.

indosiar.com, Bolaang Mongondow - Beginilah cara perantau asal Bolaang Mongondow memeriahkan puncak perayaan Idul Fitri di kampung halaman mereka. Mereka berkumpul bersama ratusan perantau lainnya menjalankan tradisi yang mereka sebut Tradisi Binarundak atau tradisi bakar nasi jaha massal.

Nasi jaha adalah salah satu makanan khas Sulawesi Utara, berbahan dasar beras ketan dan santan, yang dimasak dengan cara dipanggang, setelah sebelumnya diisi kedalam batang bambu berlapis daun pisang.

Dalam tradisi yang digelar beberapa hari sebelum Idul Fitri ini, warga membakar nasi jaha di sepanjang jalan depan rumah mereka atau di lapangan terbuka.

Kegiatan ini pun menjadi ajang silaturahmi dan ajang reuni bagi para perantau dengan sahabat lama, setelah sekian lama berpisah.

Tradisi Binarundak adalah tradisi yang sengaja dibuat warga yang pulang mudik dari rantau seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan ataupun dari beberapa daerah lainnya di Sulawesi dan Maluku.

Selain jadi puncak perayaan Idul Fitri, tradisi ini juga merupakan ajang bermaaf-maafan sebelum pemudik kembali ke tanah perantauan.

Di puncak acara, nasi jaha yang sudah matang kemudian dinikmati beramai-ramai bersama warga lainnya dengan diiringi tabuhan musik rebana serta alunan syair-syair pujian serta doa syukur.

Selain tradisi Binarundak ini, warga muslim di Sulawesi Utara juga menjalankan sebuah tradisi yang disebut Lebaran Ketupat, yang selalu dilaksanakan pada tanggal 7 Syawal atau di hari ketujuh setelah Idul Fitri.(Alamsyah Johan/Ijs)

Nama:
Email:

More SAPA:
[ more Sapa ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :