Nusantara
10-Oct-2008 11:34:46 WIB
SAPA
Keistimewaan DIY
Abdi Dalem dan Warga Gelar Laku Bisu Mubeng Beteng



indosiar.com, Yogyakarta - Dukungan terhadap Undang Undang Keistimewaan Yogyakarta terus disuarakan warga Yogyakarta. Dukungan kali ini dilakukan para abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta bersama warga dengan aksi berdoa dalam diam sambil mengelilingi komplek keraton yang lazim disebut lelaku tapa bisu mubeng beteng.

Aksi tapa bisu mubeng beteng ini diikuti ratusan orang abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualam Yogyakarta. Aksi keprihatinan yang digelar Rabu (08/10) tengah malam ini untuk mendesak diwujudkannya Undang Undang Keistimewaan Yogyakarta.

Selama melakukan aksi ini, para abdi dalem menahan diri tidak berbicara seraya memanjatkan doa dalam hati. Para abdi dalem ini berharap, Rancangan Undang Undang Keistimewaan Yogyakarta yang saat ini sedang dibahas di DPR memperhitungkan peran keraton dalam sejarah pembentukan Indonesia Merdeka.

Para abdi dalem juga mengharapkan Keistimewaan Yogyakarta tersebut berarti mengakui Sri Sultan Hamengku Buwono ke X dan Sri Paduka Pakualam ke IX sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tanpa melalui proses pilkada.

Pada abdi dalem juga menegaskan, pengakuan Keistimewaan Yogyakarta tetap harus menempatkan Yogyakarta dalam NKRI. Hal ini diwujudkan dengan pengibaran bendera Merah Putih bersamaan dengan pengibaran Panji Panji Keraton Yogyakarta.

Selain diikuti oleh para abdi dalem, lelaku tapa bisu ini juga diikuti oleh warga Yogyakarta dari berbagai daerah seperti dari Bantul dan Gunung Kidul.

Biasanya laku prihatin dilakukan oleh warga Yogyakarta satu kali dalam setahun yakni setiap tanggal 1 bulan Suro pada penanggalan Jawa. Namun dalam kondisi mendesak, laku prihatin digelar abdi dalem dan warga untuk memohon petunjuk dari yang Kuasa. Seperti pada laku tapa bisu mendukung Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta ini. (Andes Herjadi/Sup/Ijs)

 

 

 

 

Nama:
Email:

More SAPA:
[ more Sapa ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :