indosiar.com, Solo - Festival musik etnik atau Solo International Ethnic Music Selasa (28/10/2008) malam mulai digelar di Solo, Jawa Tengah. Guruh Soekarno Putra mengawali festival dengan menampilkan koreografi Lambang Sari. Festival berlangsung hingga 1 November dan diikuti 10 negara termasuk Indonesia.
Tari karya Guruh ini mengawali Solo International Etnik Music (SIEM), 6 penari perempuan menampilkan tari Lambang Sari yang kental dengan gerak tari Bali. Di Bali tarian ini merupakan cara untuk menyambut kedatangan para tamu agung termasuk penonton.
Festival ini mendapat sambutan yang luar biasa dari warga Solo dan kota - kota disekitarnya. Tidak hanya tari Lambang Sari penonton juga terpesona atraksi rampak gendang yang dimainkan oleh sekitar 20 musisi. Penonton pun terhanyut dengan bunyi puluhan gendang perkusi, bedug, tambur yang ditabuh secara bersama - sama.
Pertunjukan semakin menarik dengan tampilnya tarian Mojang Priangan yang dibawakan 6 perempuan dengan irama yang awalnya mendayu, rampak gendang berubah dengan cik dan Rancak seiring dengan gerakan penari Jepang.
Tampil terakhir pada hari pertama siang ini adalah pesta perkusi dari musisi kenamaan Ini Srisri.
Lewat groupnya hanaan in,i Srisri menampilkan komposisi dengan irama rancak. Pada awal penampilan tabuhan perkusi terdengar sederhana, nyaris tampak irama. Namun perpaduan tambur, perkusi dan rebana ini berubah menjadi irama yang enak dinikmati. (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Ijs)