Para pecinta batik nusantara mendapat kesempatan menikmati batik ekslusif yang dipamerkan di Jakarta Convention Center (JCC). Kain-kain batik batik dengan beragam motif itu mengandung sejarah.
Ribuan warga di Malang, Jawa Timur menggelar karnaval atau pawai lampion. Pawai ribuan lampion yang merupakan kegiatan tahunan ini kali ini untuk memeriahkan hari jadi Kota Malang yang ke 94.
Banyak cara dilakukan warga untuk menghindari datangnya bencana atau tolak bala. Di Situbondo, Jawa Timur misalnya dikenal tradisi Ojung yang berupa atraksi saling memukul dengan rotan. Warisan leluhur ini hingga saat ini masih dilestarikan.
Ribuan warga Batang, Jawa Tangah, mengikuti tradisi unik yakni Tawur Arto atau menebar uang. Tradisi menebar uang yang dilakukan oleh bupati ini sebagai uangkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.
ika warga Jember, Jawa Timur memiliki Jember Fashion Karnaval, warga Solo kini juga memiliki program serupa yakni Solo Batik Karnaval. Acara yang digelar di Jalan Slamet Riyadi sepanjang 6 kilometer ini menampilkan aneka disain dan kreasi dari batik.
Banyak cara dilakukan pengelola restoran untuk menarik minat pengunjung. Selain menyediakan masakan yang lezat dengan penyajian yang menawan tidak sedikit yang melakukannya dengan menciptakan suasana restoran yang nyaman.
Mengabadikan sebuah objek atau sebuah momen dengan fotografi memang sangat mengasyikkan. Tidak heran jika banyak orang menjadikan aktifitas memotret sebagai hobi atau bahkan menjadikannya sebagai profesi yang menjanjikan banyak uang.
Kayu sisa ternyata bisa diubah menjadi perabot mebel dan souvenir yang sangat indah dan berkualitas ekspor. Kegiatan kerajinan kayu di Desa Pulau Betung Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Jambi kini bahkan menjadi mata pencaharian andalan warga.
Kesenian Lengger khas Banyumas kini kian terdesak oleh hadirnya kelompok musik dangdut dan organ tunggal. Bahkan hadirnya kelompok musik moderen ini nyaris mematikan sumber kehidupan para seniman Lengger.
adilah orang yang memiliki keahlian langka, jika ingin dikenal sepanjang masa. Pepatah kuno ini benar-benar dipegang oleh Paidi, warga Pataran Jetis, Bantul, Yogyakarta. Berkat keahliannya ini Paidi banyak dicari orang di Yogyakarta.
‹ First < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > Last ›