Sosbud
2-Oct-2007 14:49:03 WIB
TEROPONG
Ngabuburit Yuk



Reporter : Ahmad Baehaqi
Juru Kamera : Warsam Aji - Damar Galih - Joni Suryadi

Beribadah puasa wajib dilakukan umat Islam dimana saja. Puasa, tentunya menjadi istimewa bila ujian yang kita lalui semakin berat. Dan Jakarta ibarat medan perang, dimana musuh yang dihadapi bukan saja menahan lapar dan haus, namun harus bisa lebih bersabar dan menahan amarah.

Itulah Jakarta, dimana bertahan hidup kadang menjadi lebih penting dari urusan iman. Sebagian lagi, menjalaninya seperti biasa. Sambil menunggu berbuka, mereka mengisi hari-harinya dengan beragam kegiatan yang menarik.

Diantaranya, yang sering terdengar adalah ngabuburit. Tidak ada arti baku dari ngabuburit. Ngabuburit ini sebenarnya memanfaatkan waktu yang tersisa, dan biasanya satu atau dua jam sebelum berbuka puasa. Menunggu di jam-jam itu memang serasa lama dan menyebalkan.

Untuk melupakannya sejenak, biasanya sebagian warga Jakarta menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan ketempat yang mereka sukai. Salah satu lokasi yang biasanya ramai menjelang berbuka puasa adalah Bandara Soekarno - Hatta.

Pada hari biasa, tidak ada istimewanya tempat ini. Tetapi selama bulan puasa, ia menjadi lokasi favorit untuk ngabuburit. Lantas kenapa tempat ini menjadi menarik ?

Ehm, melihat si burung besi mendarat adalah kenikmatan tersendiri dan sejenak melupakan rasa lapar dan haus. Tempatnya memang agak lebih tinggi, sehingga pesawat terbang yang akan mendarat sudah tampak dari kejauhan. Bahkan getaran suara mesinnya bisa terasa hingga di jembatan.

Ketinggian pesawat hanya beberapa meter dari atas kepala dan dalam selang waktu 5 menit, sudah ada lagi pesawat yang siap mendarat. Hingga menjelang maghrib, warga disini bisa menikmati puluhan pesawat yang mendarat. Tempat ini selalu ramai hampir setiap sore. Akibatnya memacetkan lalu lintas disekitar kawasan itu.

Devi hampir setiap hari berngabuburit bersama dua anaknya disini. Dan ini bukan yang pertama kali ia lakukan. Hampir setiap bulan Ramadhan. Dan lain lagi yang satu ini ? Mereka menyebutnya freestyle. Gaya baru kaum urban di Jakarta, berngabuburit.

Ngabuburit Kaum Urban

Lokasi ngabuburit lainnya di Jakarta adalah kawasan Puri Kembangan di Jakarta Barat. Lokasi ini merupakan kawasan perumahan dan sentra bisnis dengan jalan-jalan kecil yang memiliki akses ke tol Jakarta - Merak. Setiap Ramadhan, warga sekitar menjadikan tempat ini untuk berngabuburit. Lingkungan yang teduh memang bisa membuat suasana hati ditengah panasnya cuaca Jakarta, akhir-akhir ini.

Menjelang sore, kita bisa menemukan beragam aktifitas warga. Mulai dari sekedar kumpul-kumpul hingga kencan. Sebagian besar datang dengan menggunakan sepeda motor. Jumlahnya bisa ratusan. Biasanya, suasana mulai ramai sekitar pukul 5 sore atau 1 jam menjelang buka puasa.

Kawasan ini sudah sejak lama dijadikan tempat untuk ngabuburit. Dan yang menjadi daya tarik sebenarnya adalah aksi berbahaya yang dilakukan sekelompok anak muda dengan sepeda motornya. Mereka menunjukkan kebolehan mereka dengan beragam gaya. Sebut saja staying atau menungging. Ketangkasan seperti ini membutuhkan keseimbangan ketika menginjak rem roda depan, dengan mendadak sehingga bagian belakang akan terangkat naik.

Lain lagi dengan gaya willie atau jumping sambil berjalan. Mereka melakukannya dengan cara memperkuat tarikan gas sambil mengangkat roda. Ini membutuhkan rekan yang lain, untuk menjaga keseimbangan. Lain lagi real on clock atau berputar. Gaya ini harus menarik gas setinggi mungkin, sehingga menyebabkan sepeda motor berputar ditempat.

Adegan ini tidak mudah dan perlu latihan yang cukup lama. Bahkan bagi mereka yang sudah terbiasa pun, harus melakukannya ekstra hati-hati. Namun adu nyali ini sangat berbahaya, sehingga tidak segan-segan aparat harus menertibkannya, karena mengganggu kenyamanan dan ketertiban di kawasan ini.

Dan ketika polisi pergi, mereka pun kembali ke lokasi ini dan menunggu hingga waktunya berbuka puasa. Dan begitulah seterusnya. Kita akan melihat tempat lain dengan suasana yang berbeda, yakni pasar kaget di kawasan Kebon Jeruk, yang muncul hanya pada bulan Ramadhan saja.

Ramadhan yang membawa Berkah

Bulan ramadhan, juga bulan penuh berkah bagi para pedagang makanan. Hanya di bulan ramadhan, Anda bisa mendapati beragam makanan khas berbuka puasa. Makanan seperti ini biasanya memang dijual di pasar-pasar jajanan di pelosok kota, seperti Pasar Senen, Kramat atau Benhil. Harga tidak seberapa mahal dan banyak pilihan pula.

Yang menarik adalah menjamurnya pasar-pasar kaget yang hanya berdiri selama bulan puasa. Bila Anda ingin berngabuburit, tidak ada salahnya memang mengunjungi pasar jajanan seperti ini, yang bisa Anda jumpai di berbagai pelosok kota.

Seperti pasar yang terletak di Jalan Panjang, Jakarta Barat. Saat ngabuburit, pasar ini dipadati ratusan pedagang dan pembeli. Semrawut memang. Apalagi disebelah kiri dan kanan jalan sedang dibangun jalur busway, sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup parah.

Pasar jajanan ini mulai buka sekita pukul 4 sore. Disini banyak beragam makanan dan minuman yang dijual, mulai dari kolak hingga tempe mendoan. Harga juga tidak mahal. Mulai dari Rp 2000 hingga Rp 5000. Biasanya pembelinya datang dari kawasan sekitar dan karyawan kantor yang terjebak macet dan terpaksa harus berbuka di jalan.

Salah satu jajanan buka puasa yang ramai dikunjungi pembeli adalah jus tebu milik Koko. Koko memang selalu memanfaatkan kesempatan selama ramadhan dan jus buatannya laku keras. Hari-hari biasa, ia biasa berdagang keliling.

Koko membeli langsung tebu dari pengepul asal Sumatera, sehingga rasanya lebih enak. Ia menjual segelas Rp 5000 dan setiap hari, Koko bisa menjual jus tebu 60 hingga 100 gelas. Lain lagi dengan Ibu Amran, saat bulan Ramadhan ini, ia betul-betul sibuk melayani pembeli yang ingin mencicipi mendoan, makanan khas Purwokerto.

Pada hari biasa, Amran berdagang di kawasan Senayan. Dan saat bulan puasa, lapak Amran tidak pernah sepi. Mendoan adalah penganan yang terbuat dari tempe yang digoreng setengah matang dan lebih enak bila disantap saat masih panas. Dalam sehari Bu Amran bisa menjual ratusan mendoan, yang berarti rejeki tambahan di bulan Ramadhan.

Pasar kaget seperti ini bisa Anda jumpai di pelosok-pelosok Jakarta, saat Ramadhan seperti ini. Kehadirannya membuat suasana sedikit lebih semarak. Dan tiba saatnya berbuka. Mereka yang ngabuburit langsung menikmati lezatnya penganan tradisional ditempat ini.(Irianto Mahani/Ijs)

Nama:
Email:

More TEROPONG:
[ more Teropong ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :