indosiar.com, Madura - (Rabu, 28.12.2011) Akibat hujan yang melanda Desa Sentol Lauk Sumenep Madura Selasa siang sebuah gua penambangan batu bata longsor. Dua penambang batu bata tewas dilokasi kejadian akibat tertimbun reruntuhan batu kapur. Seorang penambang bahkan tubuhnya hancur akibat tertimpa bongkahan batu yang besar.
Penambangan batu bata di Desa Sentol Lauk, Sumenep, Madura Selasa kemarin dirundung duka. Dua dari penambang mereka tewas setelah tertimbun bebatuan kapur yang longsor menimpa mereka. Beberapa kerabat korban tampak berduka mengetahui dua kerabat mereka tewas mengenaskan.
Dengan menggunakan alat seadanya petugas kepolisian dan TNI dibantu warga melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor. Seorang korban tewas bernama Nyonya Jamil berhasil dievakuasi dan langsung dibawa oleh mobil ambulan, namun seorang lagi bernama Sanah yang tertimpa bongkahan batu besar kondisinya mengenaskan. Tubuhnya hancur berkeping-keping. Musibah longsornya batu kapur ini menimbun 5 orang. 2 orang meninggal sementara 3 lainnya selamat, meski mengalami luka yang cukup serius.
Menurut Abdul Madjid, Camat Pragaan Sumenep, peristiwa ini sudah yang kedua kalinya terjadi. Dan penyebabnya lantaran para pekerja melakukan penambangan yang tidak sesuai prosedur. Penambangan batu harusnya dilakukan dari atas, namun oleh para pekerja justru penambangan dilakukan dari dalam tanah.
Peristiwa longsor di lokasi yang sama pernah terjadi pada tahun 2005 yang menyebabkan satu orang tewas dan pemerintah setempat sudah menutup lokasi penambangan batu bata ini, namun para penambang masih membuka areal berbahaya ini. (Faturosi/Sup)