Isnaini menghembuskan napas terakhirnya setelah sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit. Sedangkan Suci Indriawan meninggal beberapa jam kemudian tanpa sempat mendapat perawatan di rumah sakit, bahkan sudah mengalami pendarahan dari hidung dan mulut. Sedangkan Lastiah, meninggal setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan beberapa jam di Rumah Sakit Muhammadiyah Ardiwarna.
Selain 3 orang korban tewas, 6 warga Desa Setu yang juga ikut mengkonsumsi tempe bongkrek harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami muntah-muntah dan pingsan. Kondisi mereka saat ini masih sangat lemah dan kritis.
Salimah, ibu Suci Indriawan mengatakan, pada Minggu sore anaknya dan para korban lainnya mengkonsumsi tempe bongkrek yang dimasak oleh Salimah ibunya. Beberapa jam setelah makan tempe bongkrek, anaknya dan para korban lain muntah-muntah serta pingsan.
Aparat belum dapat memastikan apakah para korban positif keracunan bongkrek atau bukan. Polisi kini telah mengamankan sisa tempe bongkrek untuk diteliti dan mengamankan penjualnya untuk dimintai keterangan.
Sementara itu kepada petugas Waluyo, pedagang tempe bongkrek mengatakan, dirinya tidak yakin tempe bongkrek yang dijualnya mengandung racun. (Kuncoro Wijayanto/Sup)