indosiar.com, Jakarta - Mengumpulkan uang dengan cara arisan guna menyambut lebaran banyak dilakukan warga. Namun jika tidak waspada uang yang sudah dikumpulkan susah payah itu bisa dibawa kabur sang bandar pemegang uang arisan. Hal inilah yang terjadi dikawasan Tambora, Jakarta Barat. Ratusan warga Selasa (25/08/09) kemarin, mendatangi koordinator arisan pemegang uang guna menuntut hak mereka, namun ternyata sang bandar sudah menghilang entah kemana.
Ratusan warga Tanah Sereal Tambora, Jalan Hanura VI, Jakarta Barat kemarin sore mendatangi rumah Nur Hasanah. Mereka datang menuntut janji Nur Hasanah yang jadi koordinator arisan lebaran warga. Warga merasa ditipu lantaran janji Nur yang akan membagikan uang kepada nasabah seminggu sebelum puasa, hingga kini tak juga terwujud. Padahal peserta arisan lebaran ini sudah menyetorkan uang sejumlah 3 ribu hingga 5 ribu rupiah setiap hari selama satu tahun penuh.
Nur sendiri menghilang dari kediamannya tanpa meninggalkan paket berupa uang sebesar 600 ribu rupiah dan sembako seperti yang dijanjikan. Akibatnya mereka yang mencarikan nasabah menjadi sasaran peserta arisan lebaran lain yang minta uangnya dikembalikan.
Salah satunya adalah Lela, buruh cuci ini mengaku telah mengkoordinir 60 orang dan kini ia harus mengembalikan uang sebesar 35 juta rupiah milik ke 60 orang itu. Selain Lela, masih banyak lagi koordinator nasabah arisan yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Hingga kini polisi masih memburu Nur Hasanah, pemegang uang arisan lebaran yang melarikan diri. (Endro Bawono/Sup)