indosiar.com, Jakarta - Terus dampingi putra putri anda meski berada di sekolah. Seorang siswa kelas 3 SD di Cipinang Muara, Jakarta Timur, diadukan ke polisi karena dugaan melakukan aksi premanisme di sekolah. Para korban yang juga siswa sekolah yang sama mengaku telah diperas, dianiaya, bahkan diancam akan dibunuh oleh pelaku. Ironisnya diduga pelaku yang masih bocah tersebut melakukan aksinya dibawah ancaman seorang pemulung yang bahkan membekalinya dengan silet agar bisa menyetor uang 20 ribu rupiah perhari.
Didampingi orang tua dan gurunya, para siswa SDN 12 Cipinang Muara yang menjadi korban pemerasan dan penganiayaan AB, siswa kelas 3 SD, melapor ke Mapolsek Jatinegara Senin (08/02/10) kemarin siang. Para korban mengaku disilet dan disiksa di kamar mandi lalu dipaksa mencuri oleh AB.
Ironisnya, kuat dugaan AB melakukan tindak premanisme tersebut dibawah ancaman seorang pemulung yang memaksanya menyetor uang sebesar 20 ribu rupiah perhari. Untuk itu AB dibekali alat tajam seperti silet yang lalu digunakannya untuk menganiaya teman-teman sekolahnya yang tidak mau memberinya uang. Hal ini terungkap dari cerita AB kepada seorang satpam sekolah, bahwa selain disuruh memeras teman-temannya, AB juga dicekoki pil koplo oleh seorang pria yang mengaku pemulung.
Pihak wali murid korban sendiri mengaku pernah melaporkan kasus kekerasan yang dilakukan AB ke sekolah, namun pihak sekolah tidak menanggapi dengan serius.
Sementara pihak Sekolah Dasar Negeri 12 Cipinang Muara, belum dapat dimintai keterangan terkait kasus pemerasan dan penganiayaan di sekolahnya ini. Kasusnya kini ditangani Polres Metro Jakarta Timur. (Muhammad Subadri Arifqi/Sup)