indosiar.com, Purwakarta - (Rabu, 01.02.2012) Diduga menjadi korban penculikan, seorang anak berumur enam tahun di Purwakarta Jawa Barat, hilang setelah bermain bola bersama teman-temannya. Orang tua korban telah berupaya mencari korban ke sejumlah tempat, namun hasilnya masih nihil.
Warsimi, 65 tahun, hanya menangis sedih, saat mengingat nasib cucunya, Umar Miftahudin, 6 tahun, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Kesedihan juga dirasakan kedua orang tua Miftah, Eko dan Ratih, yang tak berhenti berharap, agar anaknya dapat kembali ke rumah.
Umar Miftahudin, anak ketiga dari pasangan Eko dan Ratih ini, hilang tanpa kabar sejak setahun lalu. Ia diduga menjadi korban penculikan, oleh orang tak bertanggung jawab, untuk dijadikan pengemis atau gelandangan. Selama hilangnya Miftah, pihak keluarga mengaku pernah mendapat telepon dari seseorang yang tak dikenal, dan meminta sejumlah uang. Namun, keluarga terpaksa tidak mentransfer uang, lantaran pihak yang meminta uang tidak dapat memperdengarkan suara sang anak melalui telepon.
Menurut keluarga, hilangnya Miftah terjadi setelah ia bermain bola bersama teman-temanya, di sekitar halaman sekolah SDN Babakan Sari Plered Purwakarta. Sejak sore itu, korban menghilang tanpa kabar, hingga saat ini.
Kedua orang tua Miftah yang tinggal di Desa Babakansari Kecamatan Plered Purwakarta ini meyakini, bahwa anak mereka masih hidup. Mereka berharap, agar Miftah dapat segera ditemukan, dan kembali pulang ke rumah. Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. (Zenal Arifin/Sup)