indosiar.com, Bogor - Tabrakan Kereta Ekonomi dan Kereta Pakuan Ekspres Selasa (04/08/09) kemarin, di Bogor, Jawa Barat menambah deretan angka kecelakaan transportasi di tanah air. Kecelakaan tersebut menyebabkan asisten masinis Kereta Pakuan Ekspres tewas. Selain itu masinis Pakuan Ekspres dan puluhan penumpang kereta mengalami luka-luka. Proses evakuasi kereta baru selesai Rabu (05/08) pagi, dan perjalanan kereta kembali normal sekitar pukul 07.15 WIB.
Petugas gabungan dari TNI dan Polri serta Basarnas segera melakukan evakuasi para korban Kereta Pakuan Ekspres yang menabrak Kereta Ekonomi yang sedang mogok di Pondok Rumput, Bogor kemarin siang.
Sayangnya evakuasi asisten masinis Kereta Pakuan Ekspes bernama Akbar Felani yang terjepit badan kereta cukup sulit dilakukan, hingga memakan waktu sekitar 5 jam. Korban pun akhirnya tewas dilokasi karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Sebelumnya petugas berhasil mengevakuasi Ujas, masinis Kereta Pakuan Ekspres. Sedangkan penyebab tabrakan masih diselidiki dan diduga akibat tidak berfungsinya sinyal pemberitahuan hingga Kereta Api Pakuan Ekspres menghantam Kereta Ekonomi yang sedang berada di lajur rel yang sama.
Sementara suasana haru menyeruak ketika Mimi, istri korban Akbar Felani melihat jasad suaminya sudah terbujur kaku di kamar jenazah rumah sakit.
Selain menewaskan sang asisten masinis, tabrakan Kereta Ekonomi dan Pakuan Ekspres juga menyebabkan lebih 50 orang menderita luka ringan dan 3 lainnya luka berat. Mereka dirawat dibeberapa rumah sakit di kota Bogor.
Tabrakan kereta di lajur Bogor - Jakarta juga membuat perjalanan kereta menuju dan dari Stasiun Bogor terganggu karena proses evakuasi kereta yang bertabrakan berlangsung hingga dini hari tadi. Upaya mengevakuasi badan kereta yang bertabrakan di Bogor ini tidak mudah, petugas terpaksa memotong badan kereta yang sudah ringsek kendati sulit mengingat badan kereta tersebut dari baja tebal. (Iwan Kurniawan/Sup)