indosiar.com, Medan - Seorang bocah berusia 1 tahun 8 bulan tewas mengenaskan setelah disiksa ayah angkatnya. Wajah dan sekujur tubuh bocah malang ini lebam, bahkan pada dada korban ditemukan luka bakar bekas sundutan rokok dan luka bakar korek api.
Junaedi, bocah laki-laki (1 tahun, 8 bulan) tewas di tangan ayah angkatnya, seorang tukang becak di Medan. Korban tewas setelah disiksa ayah angkatnya itu selama hampir satu tahun. Nasib tragis yang menimpa bocah malang ini berawal dari ketidakmampuan ibu korban Rosita Boru Sembiring untuk merawat anak semata wayangnya.
Kondisi ekonomi Rosita semakin terpuruk setelah ditinggal suaminya saat korban baru berusia 8 bulan. Sejak itu Rosita yang tidak memiliki pekerjaan ini terpaksa menjadi peminta-minta. Sementara Junaedi, anak kandungnya itu diserahkan kepada Darma Uli Hutabarat karena ketiadaan biaya.
Ironisnya sejak korban diserahkan kepada ayah angkatnya itu, Rosita ibu korban sekalipun tidak pernah menengok melihat anaknya itu. Menurut tetangganya, sebelum Junaedi ditemukan tewas mereka kerap mendengar tangisan pilu Junaedi yang kemungkinan sedang disiksa Darma Uli, ayah angkatnya.
Penyiksaan itu bahkan telah disampaikan tetangga korban kepada ibu kandungnya. Namun ibu kandung korban tidak mau mengambil anaknya karena dilarang oleh suami keduanya yang tidak menginginkan anak tirinya itu.
Korban Junaedi yang baru saja berusia 1 tahun 8 bulan ini akhirnya tewas secara tragis dengan sekujur tubuh penuh bekas sulutan api rokok. Gigi korban copot akibat penyiksaan. Bahkan dibagian wajah korban lebam akibat dipukuli serta dadanya dibakar dengan api rokok ayah angkatnya. Jasad bocah malang ini kini masih berada di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan.
Sementara ibu kandungnya juga tidak tahu harus membawa kemana jasad anaknya itu karena ia tidak memiliki rumah tempat tinggal.