HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Tak Terima Ditegur Korban

Bapak dan Anak Bantai Pendekar Silat



indosiar.com, Lamongan - Seorang bapak dan anak saat waktu sahur tega membantai seorang pendekar silat menggunakan sebuah pedang. Korban yang rumahnya bersebelahan dengan rumah tersangka mengalami luka parah dibagian kepala dan pundaknya. Penyebabnya, para pelaku mencurigai korban punya andil dalam penutupan usaha warung keluarga tersangka.

Pria bernama Mafud ini hanya bisa terbaring saat ditemui di Rumah Sakit dr Sugiri Lamongan, Jawa Timur. Mafud yang merupakan guru pencak silat terluka kena sabetan pedang yang dilakukan dua pria tetangganya sendiri. Korban mengalami luka parah dibagian kepala, tangan dan pundak.

Aksi pembantaian terjadi waktu sahur pada Sabtu (05/09) dini hari. Saat itu dua pelaku bernama Turmudi dan Priyo mengetuk pintu rumah korban. Saat korban keluar, para pelaku yang merupakan ayah dan anak itu langsung menyabetkan pedang, tanpa sempat ditangkis korban. Untung saja korban sempat diselamatkan dan segera bisa dibawa ke rumah sakit.

Petugas Polres Lamongan juga berhasil mengamankan tersangka Turmudi. Anak tersangka Priyo Mudiono yang berusaha kabur juga berhasil ditangkap petugas. Tersangka mengaku sengaja membacok korban karena gerah dengan kelakuan korban yang dianggap merecoki usaha warung pelaku. Kekesalan tersangka makin memuncak, setelah ada surat dari kelurahan yang meminta warung milik anak Turmudi tutup pada jam 12 malam. Munculnya surat ini diduga akibat laporan korban.

Petugas berhasil mengamankan pedang sebagai barang bukti. Para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (Ranu Wijaya/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: