indosiar.com, Ngawi - Dengan akal bulus ingin menguatkan mental para siswinya dalam menghadapi ujian akhir nasional atau Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) yang akan berlangsung Senin pekan depan, seorang guru Sekolah Dasar di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mencabuli 5 siswinya. Para korban yang duduk di kelas 6 tersebut mengaku satu persatu dicabuli gurunya di ruangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Peristiwa pencabulan guru terhadap 5 siswinya tersebut berlangsung Senin (20/04/09) kemarin, di SDN Widodaren di Kecamatan Gerih, Ngawi, Jawa Timur. Saat jam pelajaran baru saja usai, Lukito sang pelaku memanggil para korbannya untuk masuk ke ruangan UKS dan memerintahkan korban berbaring satu persatu.
Ditempat sepi itulah, pelaku yang sudah ditetapkan menjadi tersangka itu mencopoti pakaian korban lalu mengerayangi tubuh para siswinya. Menurut para korban, tersangka yang merupakan guru matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam itu memberi alasan, hal tidak senonoh itu dilakukan untuk menguatkan mental para korban dalam menghadapi ujian akhir nasional pekan depan sehingga bisa lulus ujian.
Kelima siswi kelas 6 itupun langsung menceritakan hal yang dilakukan tersangka kepada orangtua masing-masing yang kemudian melaporkan perbuatan cabul tersangka yang sudah memiliki 5 anak. Namun tersangka mengelak tuduhan pencabulan tersebut. Kini kasus pencabulan tersebut ditangani pihak kepolisian Sektor Genen. (Bambang Cuk Winarno/Sup)