indosiar.com, Kediri - Sengketa lahan seringkali memicu konflik bahkan tak jarang tindak anarkis. Seperti yang dilaporkan dari kawasan perkebunan di Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur. Ratusan warga desa melakukan penjarahan perkebunan cengkeh milik PT SSP. Selain aksi penjarahan, puluhan warga bercadar juga merusak 9 rumah dan satu mobil milik karyawan perkebunan.
Petugas dari Polres Kediri ini tengah melakukan penyisiran untuk mencari para pelaku yang merusak sembilan rumah dan mobil serta menjarah lahan cengkeh PT Sumbersari Petung, atau SSP di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sebelum para petugas ini datang, ratusan warga di kawasan lereng gunung Kelud mengamuk dan merusak sejumlah aset PT SSP. Diantaranya puluhan pohon cengkeh dan sengon. Selain itu, puluhan orang tak dikenal yang mengenakan tutup muka merusak sembilan rumah dan satu mobil milik karyawan.
Polisi sempat mengejar para penjarah. Namun upaya pengejaran terganggu oleh blokade pohon yang dipasang warga.
Polisi juga menyisir satu per satu rumah warga di sekitar perkebunan. Polisi menangkap tiga warga yang kedapatan menjarah, yakni Susanto, Sumari dan Solikin. Namun salah satu warga yang diduga menjarah, mengaku tidak tahu-menahu soal aksi penjarahan tersebut. Dia mengaku sejak pagi bekerja menjadi kuli bangunan di desa tetangga.
Aksi anarkis warga itu dipicu kekecewaan atas putusan Mahkamah Agung terhadap lahan perkebunan yang dimenangkan PT SSP. Guna menetralisir keadaan, hingga Kamis malam, polisi masih berjaga-jaga di sekitar area perkebunan cengkeh. (Danu Sukendro/Sup)