indosiar.com, Lampung - Peristiwa memilukan yang dipicu rasa frustasi orangtua kembali terjadi. Hanya karena merasa gagal sebagai kepala rumah tangga, seorang ayah dua anak di Tanggamus, Lampung, nekad bunuh diri di plafon rumahnya. Ironisnya, korban tega terlebih dulu membunuh kedua anak laki-lakinya yang masih berusia 9 dan 11 tahun dengan mengantung kedua bocah tak berdosa tersebut di plafon rumah, setelah itu baru mengantung dirinya sendiri.
Yati Siahaan terus menangis didepan jasad anak dan dua orang cucunya. Wanita 55 tahun ini tidak percaya jika tiga anggota keluarganya tewas bersamaan secara mengenaskan. Bernard Siahaan bersama dua anaknya Celvin dan Andika, tewas tergantung di plafon gudang rumahnya di Desa Wates, Kecamatan Gadingrejo, Tanggamus. Peristiwa ini mengegerkan warga.
Sejumlah tetangga sebelumnya mengaku sempat mendengar teriakan bocah kecil minta tolong dari rumah korban, namun tidak ditanggapi karena kedua korban kakak beradik tersebut biasa bercanda dengan suara keras.
Hasil pemeriksaan olah TKP polisi menyebutkan, kakak beradik Andika dan Celvin terlebih dahulu digantung ayahnya, setelah itu Bernard menghabisi nyawanya sendiri dengan menyusul gantung diri.
Sebelum mengakhiri hidupnya Bernard (35), sempat menulis surat wasiat kepada istrinya berisi pengakuan telah gagal membina rumah tangganya. Selama hidupnya, Bernard dikenal sebagai pria pendiam. Pernikahannya dengan Yulianti kerap diwarnai cekcok karena korban tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga secara layak.
Puncaknya 2 tahun lalu, Yulianti memutuskan menjadi TKW di Malaysia dan baru Sabtu pekan lalu kembali ke keluarganya. Diduga keduanya kembali cekcok dan Yulianti meminta cerai. (Fauzi Heri/Sup)