HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Menolak Bertanggungjawab Atas Kehamilan Korban

Calon Pendeta Bunuh Kekasih



indosiar.com, Kediri - Kasus terbunuhnya seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan yang mayatnya ditemukan Sabtu lalu di Kediri, Jawa Timur, akhirnya terkuak. Pelakunya adalah seorang calon pendeta yang merupakan kekasih korban. Pelaku membunuh korban akibat takut aibnya terkuak. Karena sebelum kejadian, korban yang mengaku hamil meminta pertanggungjawaban pelaku.

Pemuda bernama Nata Nael Srihaditama, tampak lunglai ketika digelandang ke ruang pemeriksaan Polres Kediri, Senin (18/10/10) siang. Nata akhirnya mengakui telah membunuh seorang siswi sekolah menengah kejuruan, Sri Retnaningtyas atau Naning, yang mayatnya ditemukan Sabtu lalu.

Calon pendeta di Gereja Pantekosta Desa Bendo Pare, Kediri ini mengaku diam-diam menjalin hubungan khusus dengan Naning. Dia nekat membunuh karena jengkel diminta bertanggung jawab atas kehamilan korban. Padahal menurut Nata yang lulus dari Sekolah Teologi Batu, Malang 3 tahun lalu itu, Naning punya empat pacar. Hal ini membuat pemuda berusia 22 tahun tersebut gelap mata dan membunuh korban. Leher sang kekasih ia jerat menggunakan kabel. Kemudian setelah korban tewas, pelaku membuang korban dengan cara naik ke tembok gereja yang tingginya sekitar 4 meter, dan melempar korban ke arah kebun tebu.

Sementara itu keluarga korban tak menyangka pelaku pembunuhan ini adalah tersangka. Selama ini tersangka sering bertandang ke rumah mereka dan biasa menjemput korban untuk pergi ke gereja. Apalagi walau usianya masih muda, tersangka merupakan calon pendeta dan jadi panutan mereka saat beribadah. Atas kejadian ini, keluarga korban meminta agar tersangka dihukum seberat-beratnya.

Peristiwa tragis yang menimpa Naning ini terungkap ketika mayatnya ditemukan Sabtu lalu. Korban diketahui menghilang setelah pulang beribadah dari gereja, Jumat malam. Ketika kejadian, tersangka datang membantu pihak keluarga korban, sebelum akhirnya terungkap kejahatannya. (Danu Sukendro/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1 2
25-Aug-2011 17:07:48 WIB by edyvanvreden
Masalah ini bukan hanya kristen, islam juga banyak jadi bukan nasalah agamanya, tapi kondisi seseorang yang sedang labil, apalagi kawin siri, banyak wanita yang dirugikan tidak bisa menuntut apa apa, namun kawin siri dianggap sah sah saja, makanya wanita jangan mau dikawin siri walaupun dengan alasan agama sekalipun. Jadi conseling atau nasihat-nasihat tentang perkawinan perlu, apa lagi laki-laki maunya banyak isteri (poligami) abis enak sih.
31-Oct-2010 09:14:25 WIB by anti kristen
terbukti ajaran kristen ga mantaf muehehehehhe
27-Oct-2010 19:10:30 WIB by fuck koko
wong koko maen bunuh aja dasar cina loleng abis sodok pengen enaknya aja
26-Oct-2010 23:24:32 WIB by Markus Sianipar
Prihatin dengan peristiwa nata, iblis lagi gencar-gencarnya menghancurkan generasi muda dengan cara apa pun,Bagi anak muda, pacaran yang benar sesuai firman Tuhan, jauhin bisikan setan.Tuhan memberkati.
26-Oct-2010 13:46:56 WIB by KES
Menurut saya...

semua orang mendapatkan pendidikan yang baik dan yang tidak baik. Jadi keberhasilan seseorang atau baik tidaknya seseorang adalah tergantung bagaimana dia menyerap semua yang ada di sekitarnya termasuk bagaimana ia menyerap ilmu yang diperoleh di sekolah dimana dia menimba ilmu. Jangan salahkan lembaga diamana Nata belajar... Tetapi lihatlah pribadi seseorang itu. Masuk tidaknya seseorang menjadi kategori baik dan saleh atau penjahat/kriminal adalah bukan berdasarkan dimana dia menimba ilmu atau statusnya (contoh Nata yang disebut calon pendeta dan lulusan dari sekolah alkitab) tetapi semua tergantung dari attitude dan karakternya.

Jadi kalau seseorang bersalah, jangan langsung mencari kambing hitam. Tapi baiknya kita mengkoreksi diri sendiri. Sebab tidak ada gunanya menyalahkan situasi atau yang lain. Mari kita belajar dari kesalahan yang ada. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Tuhan memberkati
24-Oct-2010 23:02:03 WIB by Jehezkiel Willy
Saya setuju dengan pendapat saudara Supriyanto, kita tidak perlu lha meributkan masalah suatu lembaga. ini hanya masalah seseorang yang sedang khilaf. Masalah diatas sebenarnya sudah jelas apa yang dikatakan dr.Habel, jadi marilah kita sama-sama membuat statement yang sekiranya orang lain tidak merasa syak dengan komentar-komentar kita.Untuk dr. Habel terima kasih buat masukannya sehingga para pembaca bisa mengambil hikmanya. Tuhan memberkati kita semua. Amen
21-Oct-2010 14:56:09 WIB by noola
wakakakakakaaaaaaaa...........
21-Oct-2010 13:30:35 WIB by supriyanto jipit.sp
dalm hal seperti ini tolong kita jgn mlibatkn nama lembaga apalagi yg berhubungan dengan agama! soalnya agama tidak pernah memberikan ajaran seperti itu!!!!!
21-Oct-2010 12:44:32 WIB by supriyanto jipit.sp
ya, kalau menurutm saya pribadi apa yang dikatakan oleh dr habel itu benar sekali,masalahnya dalam kondisi seperti itu kita tidak bisa selesaikan sendiri..kita harus perlu bantuan orang lain yang kita anggaf bisa membantu.. GBU
20-Oct-2010 22:24:37 WIB by Immanuel Yosua
Koreksi untuk berita ini, saya selaku salah satu pihak yang tahu persis keberadaan pendidikan terdakwa, (karena saya tetangganya) perlu saya beritahukan bahwa tidak benar NATA lulusan salah satu sekolah teologi di Batu, Malang (lagian batu dan malang sudah menjadi wilayah tersendiri seharusnya Kota Batu. Di Kota Batu ada tiga sekolah tinggi teologi yaitu Institut Injil Indonesia (I-3, STT Providensia, dan Sekolah Tinggi Alkitab Beji (STAB). Nata adalah alumni dari SEKOLAH ALKITAB BEJI (SAB). Mohon perkenan redaksi melakukan koreksi dan seyogyanya memperhatikan kinerja wartawan di lapangan dalam memperoleh data, karena ini menyangkut nama baik suatu lembaga. Saya usulkan, demi tegaknya kode etik jurnalistik dan penghargaan terhadap kebasan pers agar INDOSIAR melakukan koreksi berita. Terima kasih. Kiranya ini menjadi hikmat bagi kita semua dalam menghargai kebebasan pers

 

Nama:
Email:
Security Code: