HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Jual Beli Mitan Bersubsidi

Diangkut Kereta Api, Seorang Ibu Ditangkap



indosiar.com, Jakarta - Kelangkaan gas elpiji tabung 3 kilogram membuat seorang wanita paro baya penjual kue nekad memperjualbelikan minyak tanah bersubsidi dari daerah diluar Jakarta untuk dijual di Jakarta dengan memanfaatkan selisih harga keduanya. Namun aksi tersebut Kamis (11/12/08) malam, digagalkan petugas yang menangkapnya diatas kereta api di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat tengah mengangkut 230 liter minyak tanah asal Rangkas Bitung dalam derigen yang ditutup karung.

Sejumlah penumpang kereta api jurusan Rangkas Bitung - Tanah Abang Kamis malam dikejutkan dengan penangkapan seorang ibu paro baya oleh petugas Stasiun Kereta Api Tanah Abang, Jakarta. Dedek Suryani, warga Pondok Aren, Tangerang, Banten yang bekerja sebagai penjual kue kedapatan membawa minyak tanah (mitan) bersubsidi sebanyak 230 liter dari daerah Rangka Bitung, Pandeglang Banten yang ditutupi karung ke dalam kereta penumpang.

Dedek mengaku membeli minyak di Rangkas seharga 6000 rupiah perliter dan akan dijualnya di Jakarta seharga 7000 rupiah perliternya. Dedek mengaku, ide menyelundupkan minyak tanah dari Rangkas Bitung ke Jakarta untuk mengambil keuntungan selisih harga 1000 rupiah perliter dilakukannya lantaran gas elpiji di Jakarta saat ini tengah langka.

Aksi ini juga dinilai membahayakan jiwa penumpang kereta api jika minyak tanah yang dibawa dalam derigen terbakar. Polisi lalu mengamankan barang bukti minyak tanah sebanyak 230 liter. Sedangkan pelaku terjerat UU Migas No.22 Pasal 55 tahun 2001 dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara. Kini kasusnya ditangani Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Muhammad Subadri Arifqi/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: