indosiar.com, Jakarta - Empat siswa SMAN 26 Jakarta Selatan menjadi korban pelecehan seksual tenaga guru bantu, yakni pelatih futsal sekolah. Berkedok prasyarat menjadi pemain futsal yang tangguh, para siswa yang datang ke rumah sang pelatih diharuskan masuk ke sebuah ruangan dalam keadaan bugil, kemudian alat kemaluan mereka diremas oleh tersangka. Diduga prilaku seperti ini telah berlangsung bertahun-tahun.
Didampingi orangtuanya IB, siswa kelas 1 SMAN 26 Tebet, Jakarta Selatan yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh pelatih futsalnya sendiri Senin (03/11/08) kemarin, melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Menurut korban, aksi pelecehan yang dilakukan Joe, pelatih footsal sekolah terjadi pada 31 Oktober di rumah sang pelatih dikawasan Setia Budi, Jakarta Selatan saat bersama ketiga temannya mendaftarkan diri sebagai anggota baru di klub futsal sekolah.
Anehnya, setiap calon anggota baru diharuskan masuk kedalam sebuah kamar dalam keadaan tanpa busana alias bugil. Saat itulah kemaluan korban dengan leluasa dimainkan oleh sang pelatih. Aksi bejat pelaku juga berlanjut dengan modus bermain kartu domino. Peserta yang kalah dalam permainan harus kembali masuk ke dalam kesebuah kamar dan kembali mengalami pelecehan seksual yang dilakukan pelaku.
Sayangnya hanya IB yang berani melapor ke polisi, sementara ketiga temannya serta para seniornya tidak berani melapor karena takut pada ancaman pelaku. Kasus ini kini masih diselidiki aparat Polres Metro Jakarta Selatan. Diduga prilaku tak senonoh tersangka telah berlangsung selama sekitar 10 tahun terakhir dengan jumlah korban mencapai puluhan siswa. (Dedi Irawan/Sup)