HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Ibu Bunuh Bayinya

Diminumkan Racun Serangga, Ibu Bunuh Diri



indosiar.com, Tangerang  - Sungguh memilukan nasib bayi tak berdosa yang harus tewas di tangan ibu kandungnya sendiri. Bermaksud bunuh diri dengan memotong urat nadinya, seorang ibu di Tangerang, Banten tega membunuh bayi darah dagingnya sendiri terlebih dahulu dengan meminumkan racun serangga hingga tewas. Sementara itu upaya sang ibu menghabisi nyawanya sendiri berhasil digagalkan petugas kepolisian yang datang setelah mendapat laporan warga.

Peristiwa dramatis ini terjadi dikawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (18/11/08) malam. Raehan, bayi yang diperkirakan baru berumur 6 bulan ini meregang nyawa dalam kondisi sangat mengenaskan. Dari mulutnya keluar busa dan sebagian tubuhnya melepuh. Ironisnya, bayi laki-laki ini diduga dibunuh ibu kandungnya sendiri Reni Terena dengan cara diminumkan racun serangga disebuah rumah kosong di perumahan Griya, Karawaci, Curug, Tangerang.

Aksi sadis dan memilukan ini baru diketahui warga perumahan tersebut setelah gelagat sang ibu yang mengendong anaknya tampak mencurigakan.

Polisi yang menerima laporan sudah menemukan bayi dalam keadaan tidak bernyawa dalam gendongan sang ibu. Sedangkan sang ibu berhasil selamat setelah berupaya bunuh diri dengan cara memotong urat nadi dan menengak racun serangga. Sebagai tindakan penyelamatan pihak kepolisian langsung melarikan sang ibu ke klinik dan rumah sakit terdekat. Hasil diagnosa dokter dalam tubuh sang ibu terdapat kandungan cairan beracun yang sangat membahayakan.

Polisi yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara menemukan botol bekas cairan serangga, gelas serta pecahan kaca yang langsung disita sebagai barang bukti. Belum diketahui secara pasti motif kasus pembunuhan sadis dan upaya bunuh diri ini karena sang ibu yang diduga sebagai pelaku masih menjalani perawatan dan belum bisa dimintai keterangan. (Mas'ud Ibnu Samsuri/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: