indosiar.com, Bandung - (Kamis, 29.09.2011) Dua organisasi massa terlibat bentrok disebuah kantor leasing sepeda motor di Jalan Raya Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dalam kericuhan yang terjadi kemarin itu sempat diwarnai pelemparan batu. Beruntung aparat keamanan segera meredam sehingga bentrokan tidak berlanjut. Insiden ini sendiri dipicu adanya ketidakpuasan dari salah satu kelompok massa yang anggotanya diproses hukum karena dituding melakukan penganiayaan terhadap karyawan perusahaan leasing tersebut.
Ratusan massa, dari gabungan kelompok ormas ini tiba-tiba saja menyerang dan memaksa masuk pintu gerbang sebuah kantor leasing sepeda motor, di Jalan Raya Soreang, Kabupaten Bandung.
Aksi ratusan massa ini langsung dihadang aparat Polres Bandung dan unsur TNI. Sedangkan di dalam halaman kantor leasing sudah bersiaga ratusan massa dari kelompok berbeda, yang diduga merupakan sewaan kantor leasing tersebut.
Kedua kelompok akhirnya saling lempar batu. Mereka nyaris saja terlibat perkelahian di jalan raya, untungnya dicegah rekannya masing-masing. Petugas keamanan akhirnya berhasil meredam emosi, sekaligus membubarkan kerumunan massa.
Beruntung, dalam insiden ini tidak ada laporan korban luka. Massa yang merasa kecewa langsung membubarkan diri, menggunakan sepeda motor. Sedangkan ratusan kelompok massa lain, yang diduga disewa pihak leasing itu tetap bertahan di dalam kantor.
Bentrokan ini dipicu kekecewaan dari salah satu kelompok massa, terhadap manajemen FIF cabang Soreang, yang memperkarakan anggotanya ke pengadilan. Dua anggota ormas tersebut, masing-masing Ujang Sumarna dan Rohman Firdaus, saat ini, tengah menjalani proses hukum, karena dituduh menganiaya salah seorang karyawan FIF, awal bulan Mei lalu.
Pihak manajemen FIF, sebelumnya sempat menyewa sekelompok orang, untuk menagih utang cicilan sepeda motor terhadap salah seorang anggota ormas tersebut. Karena kecewa dengan cara penagihan yang dilakukan FIF, sekelompok massa sempat mendatang kantor leasing tersebut beberapa bulan lalu. Dua orang anggotanya diduga menganiaya salah seorang karyawan. (Mohamad Abas/Sup)