indosiar.com, Semarang - Seorang gadis kelas 3 SMP di Demak, Jawa Tengah nyaris menjadi korban tindak kejahatan perdagangan manusia oleh sindikat tenaga kerja. Korban ditawari pekerjaan kemudian disekap disebuah rumah penampungan selama 4 hari, namun berhasil kabur bersama seorang gadis lainnya.
Hilangnya seorang gadis bernama HM alias Atul, siswi kelas 3 sebuah SMP swasta di Demak, Jawa Tengah selama 4 hari belakangan sempat membuat bingung kedua orangtuanya serta saudara - saudaranya. Orangtuanya sempat khawatir, gadis lugu tersebut menjadi korban penculikkan yang dilakukan orang tak dikenal.
Pasalnya sejumlah saksi sempat melihat korban diboncengkan oleh seorang pria tak dikenal, dari kampung tempat korban tinggal di Desa Kebon Batur, Kecamatan Meragen, Demak, Jawa Tengah. Karena sempat menelpon keluarga bahwa dirinya disekap disebuah tempat dan dilarang untuk pulang, keluarga Atul lantas melaporkan dugaan penculikkan dan penyekapan tersebut ke Polwiltabes Semarang.
Sebelum polisi melakukan pelacakkan, gadis 15 tahun ini berhasil kabur dari sebuah rumah penampungan yang diceritakan berada tak jauh dari kawasan Simpang Lima, Semarang. Gadis yang sempat dibujuk dan dijanjikan bekerja di tempat wisata Bandungan, Kabupaten Semarang ini sempat ditahan selama 4 hari didalam rumah dan tak diperbolehkan keluar.
Didalam rumah penampungan tersebut, menurut korban terdapat banyak gadis yang dikordinir oleh seorang wanita yang disapa dengan sebutan Mami Wati. Khawatir akan dijerumuskan ke pekerjaan yang tidak jelas, korban bersama seorang gadis yang juga disekap akhirnya berhasil kabur dari pintu belakang rumah penampungan itu.
Kepulangan Atul ke rumah dengan selamat disyukuri kedua orangtuanya, karena telah terlanjur mengadukan kasus hilangnya Atul ke kantor polisi, kini setelah Atul bisa kembali pulang keluarganya pasrah dan tak akan menuntut siapapun serta berencana mencabut pengaduan yang mereka buat sebelumnya ke polisi. (Agus Hermanto/Dv).