indosiar.com, Bandung - Puluhan anggota Front Pembela islam atau FPI di Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (02/08/11) kemarin, melakukan sweeping lapo tuak serta kios penjual minuman keras yang tetap beraktifitas memasuki bulan puasa. Aksi sweeping dilakukan dengan cara memaksa pemilik lapo tuak serta kios penjual minuman keras menyerahkan seluruh derigen berisi minuman tuak serta botol minuman keras ini. Aksi sweeping ini tidak berlangsung anarkis setelah diketahui aparat kepolisian yang segera datang ke lokasi.
Aksi sweeping lapo tuak serta kios penjual minuman keras oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) dilakukan di kawasan Cibiru, kota Bandung. Razia yang melibatkan puluhan anggota FPI dengan mengendarai sepeda motor ini, awalnya luput dari perhatian aparat kepolisian.
FPI melakukan aksi sweeping dengan cara memaksa pemilik lapo tuak serta kios penjual minuman keras, menyerahkan jerigen berisi minuman tuak, serta botol minuman keras lalu isinya dibuang di lokasi.
Menghadapi aksi sweeping FPI, polisi tampak tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya menjaga agar aksi tidak berlangsung anarkis.
Aparat kepolisian kemudian meminta seluruh jerigen minuman tuak serta botol minuman keras, yang telah disita anggota FPI, untuk diserahkan. Seluruh jerigen minuman tuak serta botol minuman keras selanjutnya diamankan ke Mapolsek Panyileukan.
Aksi sweeping berakhir setelah polisi meminta anggota FPI membubarkan diri. Anggota FPI ini mengancam akan terus melakukan aksi sweeping, jika menemukan adanya aktifitas pemilik toko atau kios yang menjual minuman keras atau tuak selama bulan suci ramadhan. (Cecep Hendar/Sup)