indosiar.com, Lumajang - (Kamis, 29.09.2011) Diduga stress karena gagal panen, seorang petani di Lumajang, Jawa Timur ditemukan tewas tergantung diatas plafon rumahnya kemarin. Menurut pihak keluarga, sebelumnya sang petani pernah melakukan percobaan gantung diri hingga tiga kali, namun berhasil digagalkan. Tak disangka pelaku bunuh diri itu tetap nekad dan kematiannya menyebabkan keluarga dirundung duka mendalam.
Sang petani bernama Maryanto itu ditemukan tewas menggantung di plafon rumahnya, di Desa Lempeni, Tempeh, Lumajang Jawa Timur, Selasa (28.09.11) pagi.
Proses evakuasi yang dilakukan polisi, dibantu warga setempat, mengalami kesulitan. Pasalnya tempat pelaku bunuh diri, menggantung masuk ke lubang langit-langit rumah yang rapuh. Tapi akhirnya Maryanto berhasil dievakuasi.
Isak tangis menyambut jenazah pelaku bunuh diri itu. Bahkan salah seorang kakak Maryanto mengamuk tak terkendali. Tak paham mengapa adiknya itu nekat memilih jalan pintas.
Pihak keluarga tidak tahu kenapa Maryanto bunuh diri. Hanya ada dugaan, pelaku nekad gantung diri, karena terjerat masalah ekonomi keluarga. Terlebih pada musim tanam tahun ini, panennya gagal. Sebelumnya ternyata pelaku sudah tiga kali mencoba bunuh diri, namun berhasil diselamatkan keluarganya.
Dari hasil oleh TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau pembunuhan. Korban murni gantung diri. Dalam pemeriksaan di leher korban ditemukan bekas jeratan tali. Selain itu juga ditemukan tanda-tanda bunuh diri lainnya.
Pihak keluarga menolak mayat Maryanto untuk diotopsi. Pihak keluarga akan langsung menyiapkan prosesi pemakamannya karena kematian sang petani itu jelas karena bunuh diri. (Nursalim/Sup)