HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Diragukan Kebenarannya

Gantung Diri 2 Tahanan




indosiar.com, Jakarta -
(Kamis, 12.01.2012) Kejanggalan kematian dua bocah tahanan Polsek Sijunjung, Padang Sumatera Barat, menuai reaksi di Jakarta. Lembaga Bantuan Hukum Indonesia menduga kuat kematian kedua bocah itu bukan karena gantung diri melainkan di bunuh.

Hasil penyelidikan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, menyatakan kematian dua bocah kakak beradik Budri M Zen 17 tahun dan Faisal 14 tahun, dalam penjara Polsek Sijunjung, Padang Sumatera Barat, ditemukan banyak kejanggalan.

Kejanggalannya antara lain tidak ditemukan bukti lidah korban tidak menjulur, tidak ditemukan seperma atau kotoran korban. Serta luka jeratan dileher, tidak sama dengan media kain yang digunakan korban gantung diri. YLBHI menduga, kematian dua bocah kakak beradik itu dibunuh di tahanan polsek bukan gantung diri.

Didi Firdaus, kakak kandung korban yang turut hadir bersama orang tua korban di kantor YLBHI Menteng, Jakarta Pusat, Rabu siang, mengaku pernah menerima surat damai dari Polsek Sijunjung, namun surat itu tidak berkop surat kepolisian.

Dari banyaknya kejanggalan itu, LBH akan mengadukan kasus ini ke Komnasham, Komisi 3 DPR, dan kesejumlah penegak hukum lainnya untuk mengusut kasus ini dan menghukum pelaku pembunuhan.

Kedua bocah itu dijebloskan ke dalam tahanan Polsek Sijunjung, 21 Desember 2011 atas tuduhan mencuri kotak amal dan dilaporkan tewas gantung diri 28 Desember 2011. (Abdul Haris/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: