HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Satu Korban Lain Terluka

Geng Motor Aniaya Pemuda Hingga Tewas




indosiar.com, Bandung -
(Jumat, 30.09.2011) Dari Bandung, Jawa Barat dilaporkan kebrutalan anggota geng motor kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbannya adalah dua orang pemuda, satu tewas sedangkan satu korban lainnya terluka akibat pukulan benda tumpul. Diduga motif pengeroyokan ini dipicu saling ejek antar korban dengan para pelaku.

Salah satu korban yang tewas akibat pengeroyokan komplotan geng motor itu bernama Marianus Raya Kapa, berusia dua puluh tiga tahun, warga Papua. Korban merupakan mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Jasadnya masih berada di ruang instalasi pemulasaran, Rumah Sakit Hasan Sadikin, menunggu kedatangan pihak keluarga, untuk selanjutnya diotopsi.

Korban tewas dengan luka tusukan benda tajam, di bagian dada sebelah kiri. Sedangkan korban lainnya, yakni Stefanus, saat ini mengalami luka kritis, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Santo Borromeus.

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban tewas akibat pengeroyokan di depan sebuah mini market, di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jumat subuh. Kedua korban sempat terlihat warga sekitar sedang minum di depan mini market. Tiba-tiba korban didatangi sekelompok anggota geng motor, yang berjumlah sekitar dua belas orang. Marianus yang sedang mabuk minuman keras, diseret ke jalan raya lalu dianiaya oleh geng motor tersebut. Sementara teman Marianus, yakni Stefanus, yang hendak menyelamatkan diri, ditabrak sepeda motor oleh pelaku, hingga jatuh pingsan. Sebelum kabur, para pelaku sempat merusak kaca pintu mini market.

Aparat Polsekta Coblong, masih menyelidiki motif, pengeroyokan, yang menyebabkan satu orang korban tewas itu. Diduga, motif pengeroyokan dilatarbelakangi saling ejek, terlebih lagi kedua korban dalam keadaan mabuk. Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu para pelaku dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. (Mohamad Abas/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: