HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Warga Bakar Lokalisasi

Geram Karena Peringatan Tidak Diindahkan



indosiar.com, Pelelawan - Dari Kabupaten Pelelawan, Riau puluhan massa membakar puluhan rumah tempat lokalisasi. Aksi anarkis ini dipicu emosi warga setempat yang merasa himbauan mereka untuk menutup komplek lokalisasi tersebut tidak pernah diindahkan, baik oleh pengelola pemerintah daerah maupun aparat kepolisian setempat.

Setidaknya ada 100 orang warga dari dua kecamatan di Kabupaten Pelelawan, Riau mengamuk dengan mendobrak puluhan rumah tempat lokalisasi di pangkalan mesum Kamis (20/8/09) kemarin.

Masa datang ke tempat maksiat tersebut, akibatnya sebanyak lima puluhan petak rumah bordil hangus dilalap api. Para pekerja seks komersial (PSK) yang biasanya ada didalam rumah tidak satupun terlihat saat aksi masa berlangsung.

Diduga mereka sudah tahu akan terjadinya aksi ini sehingga sempat menyelamatkan diri ke tempat lain. Sementara itu para pengelola atau mucikari tampak berusaha menyelamatkan barang - barang berharga dari dalam rumah tanpa melakukan perlawanan.

Amuk massa ini dipicu keresahan warga setempat yang sudah lama meminta supaya lokalisasi ini ditutup, karena sudah mengganggu kenyamanan warga. Namun permintaan warga tidak pernah ditanggapi, baik oleh pengelola, aparat kepolisian setempat dan pemerintah daerah.

Bahkan massa menuding pihak pengelola lokalisasi membayar upeti setiap bulan kepada oknum aparat, sehingga laporan warga yang sudah berulangkali tidak pernah ditindak lanjuti. Tak tahan lagi warga sekitar akhirnya sepakat melakukan aksi anarkis.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu petugas Polres Pelelawan telah memeriksa beberapa orang yang kapasitasnya masih sebagai saksi. (Ahmad Dison/Dv).

Bookmark and Share


Page: 1
24-Aug-2009 14:29:53 WIB by bodong
pelacur ya pelacur jangan memperhalus kemunkaran..
pekerja sek komersial...supaya aparat dapat pajak....
namanya juga pekerja....syetan selalu memperindah keburukan
pelacur dibilang pekerja...dasar syetan....
sarang pelacur dibilang lokalisasi psk
23-Aug-2009 22:40:17 WIB by asnol mubarrack
wajar!! masyarakat menghancurkan tempat prostitusi.. kalau diharapkan pihak yang berwenang tidak akan pernah selesai..bahkan akan semakin berkembang.saya tahu sebelumnya di wilayah ini bersih dari lokalisasi, namun tumbuh satu bahkan sudah tiga tmpat lokalisasi. seharusnya keinginan warga untuk menciptakan kampungnya yang bersih dari prostitusi harus di dukung oleh aparat terkait..dan pemerintah jangan mengadili masyarakat yang berbuat baik seperti ini. jika tetap di usut maka inilah kesalahan pemerintah terbesar, dan rumah bordil akan berkembang terus....
23-Aug-2009 18:44:29 WIB by diana kay
begitu juga dengan rakyat dong.. jangan asal main bakar aja.. apa sih salahnya orang kerja gituan? klau kau mau ikut aja kerja situ, jangan sok suci dan sok baik jadi orang.. mungkin km lehih hina dari PSK.. tahu diri dong...
23-Aug-2009 18:28:05 WIB by Agus Vidi
Pak Presden. Usut saja pihak pihak yg terkait, apakah benar menerima suap. Heran.. hari gini masih saja kasus seperti ini. Para pejabat mestinya juga mendapatkan ganjaran atas kejadian ini. Jangan bilang tidak tahu menahu.

Harus ada yang berani mengusut praktek suap menyuap ini secara tuntas.
23-Aug-2009 12:18:30 WIB by asep
baguss..setuju,sudah terlalu sering dan terlalu banyak melihat hal-hal yang menyebalkan di negri ini.cape!!!!!!!
23-Aug-2009 02:03:13 WIB by feri
seharus nya sama oknum aparat nya harus di bakar juga biar kapok gitu lo, mentang2 alat pemerintah ngga pernah di gubris usulan Rakyat, aparat macam apa tiu ?

 

Nama:
Email:
Security Code: