indosiar.com, Bekasi - Wasiyah, 50 tahun, korban aksi pembakaran hidup-hidup oleh menantunya sendiri, Khusairi, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Bekasi, Kamis (28/1/2010) pagi, setelah menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Sedangkan suaminya, Imanuddin, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, karena luka bakar parah, di bagian wajah dan tangannya.
Menurut korban, aksi nekat menantu tersebut dilakukan saat ia dan istrinya tidur pulas dirumahnya di Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara. Ia tak tahu pasti, apa penyebab menantunya berbuat sekeji itu.
Polisi menduga, pelaku sudah merencanakan pembakaran tersebut, karena saat datang berkunjung pada malam hari, pelaku membawa kantong plastik kresek isi bensin.
Sementara itu, Leila, anak korban yang juga istri pelaku, yang akhirnya muncul, setelah sejak peristiwa tersebut menghilang bersama sang suami, langsung dimintai keterangan polisi. Hingga kini, pelaku yang diduga telah lari ke kampung halamannya, di Cirebon, masih diburu petugas.(Awang Darmawan/Ijs)