indosiar.com, Surabaya - (Kamis, 29.09.2011) Kedatangan jenazah korban KM Kirana IX ke rumah mereka masing-masing Rabu malam. Seperti telah diketahui 8 penumpang tewas dalam insiden kebakaran yang menimpa KM Kirana IX kemarin di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan kematian para korban akibat terhimpit dan terinjak-injak ribuan penumpang lain yang berebut keluar kapal menyelamatkan diri.
Kedatangan jenazah Natuha ke rumahnya di Desa Murtajih, Pamekasan, disambut duka keluarga dan kerabat. Natuha adalah salah satu korban tewas, akibat kebakaran KM Kirana 9 di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Sanak keluarga korban tak kuasa menahan tangis ketika menyambut kedatangan jenazah. Bahkan salah satu adik perempuan korban, berteriak histeris, seperti orang kesurupan, setelah melihat jenazah korban.
Korban bersama kelima kerabatnya yang merupakan transmigran, tadinya berniat kembali ke Batu Licin, Kalimantan Selatan, menggunakan KM Kirana Sembilan. Ketika kebakaran terjadi, rombongan korban sedang tidur. Saat para penumpang menyelamatkan diri, korban sudah tak terlihat lagi.
Sementara itu suasana duka juga terasa di desa Karang Duren, Kecamatan Balung, Jember. Tangis histeris langsung tak tertahan, begitu mobil ambulance yang membawa jenazah Sulikah, tiba di kediamannya, Rabu malam.
Sulikah yang berusia 46 tahun itu menumpang KM Kirana Sembilan, bersama Seno, suami dan kelima anak, beserta seorang cucunya, dengan tujuan pulang ke Kota Baru, Kalimantan Selatan. Dalam musibah ini, Sulikah tewas karena terinjak-injak sesama penumpang yang panik saat kapal terbakar.
Peristiwa terbakarnya kapal KM Kirana Sembilan ini menewaskan 8 penumpang. Mereka tewas terhimpit dan terinjak-injak ribuan penumpang lain di kapal yang berebut keluar menyelamatkan diri.Penyebab kebakaran itu sendiri diketahui akibat korsleting pada salah satu truk yang diparkir di dek bawah. (Tim Liputan/Sup)