HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Sudah Berhubungan Selama 1 Tahun

Kakek 80 Tahun Membunuh Siswi SMP



indosiar.com, Tapanuli Tengah - Seorang kakek berusia 80 tahun jadi tersangka pembunuhan seorang siswi SMP kelas II di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Korban ditemukan tewas dengan leher tergorok dan sejumlah luka bekas tusukkan disekujur tubuh. Hasil visum menunjukkan korban sempat diperkosa sebelum dibunuh oleh sang kakek yang mengaku punya hubungan asmara dengan korban.

Keluarga Tiodorima Simamora tampak terpukul mengetahui korban yang masih duduk di SMP Negeri 21 Atap Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ini tewas dengan cara mengenaskan. Tiodorima ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok dan penuh luka bekas tusuk senjata tajam disebuah perkebunan tak jauh dari rumahnya.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi saat korban mencari kayu bakar sepulang sekolah. Diduga pelaku mengetahui persis kebiasaan sehari - hari korban. Menurut saksi mata yang diperiksa polisi, 15 menit sebelum korban ditemukan tewas sempat terdengar suara teriakkan korban, namun saat dicari sumber jeritan warganya mendapati korban sudah tewas dengan kondisi mengenaskan.

Dari hasil visum diketahui, korban diperkosa terlebih dahulu sebelum kemudian tewas dibunuh. Pada hari Minggu (8/3/09) siang kemarin, barulah terkuak siapa pelaku pembunuhan Tiodorima. Ia adalah Burnit Situmeang, seorang kakek berusia 80 tahun dan merupakan tetangga korban.

Menurut Kapolsek Kolang AKP Hasmarullah, usai menghabisi korban pelaku selama ini melarikan diri ke hutan. Motifnya pelaku emosi karena korban menolak berhubungan intim, sehingga pelaku nekat menghabisi nyawa korban. Tersangka yang selama ini hidup menduda mengaku menjalin hubungan asmara dengan korban selama setahun ini.

Namun pengakuan pelaku yang terlihat masih shock, usai ditangkap masih didalami polisi untuk memastikan motif pembunuhan sebenarnya. (Edi Iriawan/Dv).

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: