indosiar.com, Bima - (Jumat:27/01/2012) Paska pembakaran kantor bupati Bima Nusa Tenggara Barat oleh puluhan ribu warga, Kamis sore, ratusan personil TNI dan Polisi diternjukan untuk berjaga jaga dilokasi kejadian. Penjagaan dilakukan untuk mengamankan ratusan warga yang terus berdatangan menyaksikan sisa sisa puing kantor yang sebagian sudah hangus terbakar.
Hingga menjelang sore kemarin, ratusan aparat kepolisian dan personil TNI di siagakan di kantor bupati Bima, NTB yang sudah hangus dibakar massa beberapa jam yang lalu. Penjagaan ketat aparat ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penjarahan, dimana sejak semalam, ratusan warga terus berdatangan untuk menyaksikan sisa sisa puing kantor setelah habis dilalap api Kamis siang.
Kantor bupati Bima dibakar oleh puluhan ribu warga, dari 5 kecamatan, yakni kecamatan Lambu, Sape, Lamudu, Wawo, dan Ambalawi, Kamis siang. Selain membakar kantor bupati, warga juga membakar kantor KPUD Bima yang berdekatan dengan kantor bupati.
Kerusuhan yang berujung pembakaran kantor bupati, merupakan buntut dari tuntan warga yang tak pernah diindahkan oleh bupati Bima, Ferry Zulkarnaen. Massa menuntut dicabutnya SK 188 tentang izin usaha pertambangan kepada PT Sumber Mineral, Nusantara.
Setelah membakar ke 2 gedung kantor, warga kemudian bergerak ke rumah tahanan negara Bima, dan memaksa petugas melepaskan sekitar 35 rekan mereka, yang ditahan di dalam rutan.
Sementara terkait kelangsungan pemerintahan Bima, Gubernur NTB Zainul Mardi memerintahkan bupati Bima membuat SK pendirian kantor sementara, agar pemerintahan tetap berjalan.(Ahmad Sianturi/Her)