HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Bermotif Dendam dan Ekonomi

Kasus-kasus Bunuh Diri Bersama



indosiar.com,  - Bunuh diri yang melibatkan satu keluarga adalah sesuatu yang memprihatinkan kita semua. Dan ini sudah berulang kali terjadi. Di Pekalongan, Jawa Tengah, satu keluarga bunuh diri dengan cara membakar habis rumah tempat tinggalnya disusul kasus di Malang dan banyak lagi yang lain.

Kasus bunuh diri Yanuar Stevanus dengan melibatkan keluarga yakni istri dan dua anaknya merupakan peristiwa yang cukup mencekang bagi orang-orang dekatnya dan juga pukulan menyedihkan bagi masyarakat. Betapa rapuhnya pertahanan diri dan keyakinan kita sehingga tak sanggup menghadapi gempuran masalah sekalipun masalah itu kadang cukup sepele, misalnya karena cemburu atau suatu penyakit.

Bunuh diri bersama yang dilakukan Yanuar sekeluarga ini bukanlah kasus pertama. Sudah banyak kejadian bunuh diri yang melibatkan satu keluarga dan hampir semua kejadian tragis itu dilatarbelakangi oleh persoalan misalnya dendam atau cemburu dan ekonomi.

Sebagai contoh saja pada tahun 2005 lalu satu keluarga di Pekalongan, Jawa Tengah, nekad bunuh diri dengan cara membakar rumah tempat tinggal mereka. Sementara belum lama ini juga terjadi di Malang, Jawa Timur. Pada awal tahun 2007 seorang ibu bernama Junaniah Merci ditemukan tewas bersama 4 anaknya di kamar.

Diduga ibu ini sengaja membunuh anak-anaknya sebelum akhirnya ia sendiri bunuh diri. Didekat tempat tidur lima jenazah itu ditemukan apotas dan sejumlah pil. Kematian Junaniah bersama 4 anaknya itu seperti sudah direncanakan. Setidaknya ini terlihat dari berjejernya jenazah 4 bocah itu di ranjang utama. Sedangkan jenazah Junaniah tergeletak dibawah ranjang. Motif bunuh diri bersama ini diduga karena ketidakharmonisan rumah tangga mereka. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: