HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
PATROLI

Kasus Salah Tangkap, Terulang Lagi



indosiar.com, Tangerang - Kasus dugaan salah tangkap terjadi di Polsek Cipondoh, kota Tangerang, Banten, seorang pemuda dipaksa mengaku telah membunuh dan memperkosa seorang pembantu rumah tangga. Selama 2 bulan ia ditahan dan korban selalu diintimidasi dan dianiaya.

Masturi, pemuda asal Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Tangerang ini sekarang bisa menghirup udara bebas. Pemuda yang berprofesi sebagai karyawan laundry ini sebelumnya sempat mendekam ditahanan Mapolsek Cipondoh kota Tangerang selama 2 bulan.

Ia dituduh melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Sri Mulyati pembantu rumah tangga di Perumahan BTN jam 3 Cipondoh. Masturi dijemput dan ditangkap aparat kepolisian Sektor Cipondoh pada akhir Juli lalu dari tempat kerjanya.

Ia bingung dengan penangkapan ini. Dikantor polisi Masturi dipaksa mengakui membunuh dan memperkosa Sri Mulyati, karena ia tidak merasa melakukannya Masturi pun menolak dan akibatnya ia pun dipukuli dan telapak tangannya dijepit dengan bollpoint.

Setelah 2 bulan menjalani hukuman di sel tahanan Polsek Cipondoh, Masturi ditangguhkan penahanannya tanpa alasan yang jelas. Kasus dugaan salah tangkap ini pun kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Tangerang.

Untuk mengantisipasi agar kasus salah tangkap yang sering terjadi di kepolisian RI tidak terulang, pihak berwenang harusnya mewajibkan setiap orang yang diperiksa polisi harus didampingi pengacara agar kasus salah tangkap atau penganiayaan tidak terulang. (Mas'ud Ibnu Syamsuri/Dv).

Bookmark and Share