HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Sidang Vonis Pembunuhan Ricuh

Keluarga Terdakwa Mengaku Diperas Puluhan Juta Rupiah



Sidang vonis kasus pembunuhan yang digelar di Pengadilan Negeri Indramayu Senin (05/04/10) kemarin, berlangsung ricuh. Keluarga terdakwa tak terima vonis 7 tahun penjara yang dijatuhkan hakim, karena menilai terdakwa telah menjadi korban salah tangkap polisi. Selain itu mereka mengaku telah menghabiskan uang puluhan juta rupiah, untuk membayar sejumlah oknum petugas yang memeras, dengan janji agar terdakwa tidak disiksa atau dihukum berat.


indosiar.com, Indramayu -

Suasana gaduh pecah usai sidang di Pengadilan Negeri Indramayu Jawa Barat kemarin siang. Keluarga Kadana, yang didakwa terlibat kasus pembunuhan tak terima dengan vonis hakim yang menjatuhi hukuman 7 tahun penjara.

Keluarga dan kerabat Kadana menilai Kadana adalah korban salah tangkap polisi dalam kasus pembunuhan Anto, pertengahan Juli 2009 lalu. Menurut keluarga, Kadana dipaksa mengakui pembunuhan tersebut dan disiksa agar menandatangani BAP.

Tak hanya itu keluarga juga mengungkapkan telah menjadi korban pemerasan oknum petugas hukum. Puluhan juta rupiah sudah dibayarkan keluarga kesejumlah oknum petugas yang mendatangi mereka, hingga keluarga menjual sawah dan rumahnya hingga terpaksa tidur di kandang kambing.

Sementara menurut hakim Robert Siahaan, pihaknya menjatuhkan vonis sesuai dengan bukti dan fakta persidangan. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian apakah ada indikasi korban salah tangkap atau tidak. (Masyuri Wahid/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
8-Apr-2010 15:03:20 WIB by wong dermayu
Semoga, para hakim segera bertobat dan kembali kepada fitrahnya sebagai hakim sebelum datang adzab yang maha dahsyat datang sehingga tiada jalan keluar walaupun itu lobang jarum....
8-Apr-2010 14:25:44 WIB by wins verss
makin benci gw sm palisi..
tukang peras, nyusahin rakyat kecil...
kasian bgd keluarga nya ampe tidur di kandang kambing...
ya allh kasi azab yang berat bwt para polisi itu...
aminn
8-Apr-2010 11:28:48 WIB by Jaka klalen
Wah, emang begitu kalau di Indramayu, apalagi hakimnya tri masketer , itu siapa kuat uang dia menang..... coba deh banyak kasus yang diputar balikkan dengan tri masketer itu, seharusnya KY bisa bertindak tuh... laporin aja ke KY... sudah banyak korban hukum dari hakim tri masketer itu....
7-Apr-2010 23:43:26 WIB by apri
semoga sumpah orang yg tertindas,secepatnya dikabulkan. semoga yg menindas jg merasakan,betapa pedihnya penderitaan org susah.

 

Nama:
Email:
Security Code: