indosiar.com, Jakarta - Aksi kekerasan terhadap siswa dilingkungan sekolah terjadi di Jakarta, bahkan terkesan direstui oleh kepala sekolah yang bersangkutan. Mengatasnamakan senioritas, seorang siswa kelas 1 Sekolah Pelayaran Menengah Pembangunan (SPMP) di Jakarta Timur dipukuli 4 siswa kakak kelasnya hanya karena tidak memasang kancing saku celana dengan benar. Ironisnya, saat korban meminta perlindungan pihak sekolah, sang kepala sekolah justru menyalahkan korban, bahkan sempat menamparnya.
Albertus Tumpal Sinaga, siswa kelas 1 jurusan Naotika di Sekolah Pelayaran Menengah Pembangunan Jakarta Timur dipukuli 4 seniornya Rabu (10/12/08) siang. Penganiayaan dilakukan seusai upacara bendera hanya karena korban tak memasang kancing saku celana dengan benar.
Meski sudah minta maaf, keempat seniornya tetap memukuli korban di ruang kelas. Korban mengaku telah meminta perlindungan ke kepala sekolah, namun tetap dipukuli sehingga mengalami pembengkakan dibagian belakang kepala dan pinggang. Bahkan menurut korban, sang kepala sekolah yang mengetahui peristiwa tersebut bukannya melindungi, tapi justru ikut memukuli.
Kepala Sekolah Pelayaran Menengah Pembangunan, Sumari membenarkan adanya senioritas di sekolah dalam rangka pembinaan. Tapi ia membantah telah terjadi pemukulan.
Para pelaku dapat dikenakan pasal kekerasan terhadap anak atas tindak penganiayaan ini. Sementara itu kasus ini kini ditangani Polres Metro Jakarta Timur. (Muhammad Subadri Arifqi/Sup)