indosiar.com, Semarang - Komplotan pelaku pemerasan yang kerap beraksi menodong warga dikawasan industri candi Gatot Soebroto, Semarang, dibekuk petugas Polsekta Kali Banteng. Saat hendak ditahan, salah satu orangtua tersangka yang berada di kantor polisi menangis histeris tak menyangka anak kesayangannya terlibat.
Kenakalan remaja di perkotaan kini kualitasnya makin meningkat, bahkan cenderung identik dengan prilaku kriminal. Seperti yang dilakukan 7 remaja ini yang baru saja dibekuk petugas Polsekta Kali Banteng Semarang karena melakukan serangkaian aksi pemerasan menggunakan senjata gobang atau pedang.
Saat hendak diperiksa dan ditahan di sel, orangtua Azis Saputro salah satu tersangka yang berada di kantor polisi terlihat sedih dan menangis histeris seolah tak percaya anak kesayangannya adalah pelaku tindak kriminal.
Azis Saputro, remaja yang tinggal di kampung Kali Alang Baru, Semarang bersama 6 rekannya selama ini beraksi menodong warga di jalanan yang sepi dikawasan industri candi Semarang. Tak jarang sasaran penodongan sepasang muda mudi yang tengah berpacaran ditempat itu.
Komplotan remaja pelaku pemerasan ini biasa beraksi dengan berboncengan motor. Setelah berhasil menakuti-nakuti korban dengan gobang, mereka meminta barang berharga milik korban seperti uang dan seluler dan langsung tancap gas meninggalkan korban. (Agus Hermanto/Sup)