indosiar.com, Jakarta - Perampokan dengan menghipnotis terlebih dahulu korbannya belakangan kian marak. Akhir pekan lalu sekelompok penjahat yang masih memiliki hubungan keluarga diringkus polisi karena kedapatan tengah menguras harta benda korbannya dengan metode menghipnotis terlebih dahulu korbannya. Dalam aksinya pelaku menawari sebuah jam tangan Rolex dan uang puluhan ribu dollar untuk ditukar sejumlah uang milik korban dengan langsung meminta kartu ATM korban.
Lima orang pelaku penghipnotis yang masih memiliki hubungan daerah asal Makassar, MY, PT, WN, SD, IR dan RC. Semuanya diperiksa intensif petugas Unit Jatanras Polres Jakarta Barat. Mereka ditangkap petugas karena terlibat kasus penipuan dengan modus menghipnotis korbannya. Salah satu pelaku Mulyono Potulah alias Bolang mengaku telah melakukan aksi mereka sejak tahun 2000 dengan berhasil menjalankan aksi, tak segan-segan mereka melukai korbannya dengan senjata tajam.
Menurut Kasatreskrim Polres Jakarta Barat, Komisaris Polisi Suyudi Ariyoseto dalam aksinya para pelaku ini berpura-pura menawarkan sebuah jam tangan merek Rolex dan uang puluhan ribu dollar kepada korban, lalu pelaku menyakinkan korban dengan cara menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM milik pelaku yang kosong dengan cara menghipnotis korbannya terlebih dahulu.
Salah satu pelaku mencoba membaca mantra bertuliskan bahasa Makassar untuk menghipnotis korban-korbannya. Dari para pelaku petugas menyita barang bukti berupa puluhan ribu uang dollar Amerika, 7 buah jam tangan merek Rolex, 17 kartu ATM, 10 buku tabungan, 20 struk penyetoran uang, 17 lembar print out ATM, 8 simcard dan 3 buah pisau. Kini kasus ini ditangani Unit Jatanras Polres Jakarta Barat. (Jayadi/Sup)