indosiar.com, Banyumas - Seorang wanita asal Banyumas, Jawa Tengah yang menjadi korban perdagangan wanita atau human trafiking berhasil dipulangkan keluarganya Kamis (31/08/06) kemarin.
Isak tangis tak bisa dibendung saat Rastiti, perempuan asal Desa Kuta Yasa, Kecamatan Sumbang, Banyumas bertemu dengan kedua orangtuanya Ngadirin dan Rawen. Mereka tampak bahagia setelah 3 bulan tidak bertemu.
Apalagi Rastiti dan 6 perempuan lain ternyata menjadi korban perdagangan perempuan. Sejak berangkat 3 bulan lalu, ke 7 perempuan itu dipekerjakan disebuah kafe di Jalan Raya Medan, Brastagi Medan, milik pasangan suami istri berinisial FIR dan BM.
Mereka direkrut oleh pasangan suami istri itu melalui beberapa perantara di wilayah Banyumas. Namun mereka kemudian dijual ke lokalisasi di Bandar Baru, Sibolangit, Deli Serdang dengan harga 3 sampai 5 juta rupiah. Dilokalisasi itu mereka disekap dan dipaksa bekerja melayani lelaki hidung belang.
Rastiti berhasil melarikan diri dan melaporkan ke LSM Solidaritas Perempuan untuk pekerja seks komersial Medan. Kasus tersebut ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian. Sementara upaya pemulangan 6 perempuan lainnya masih dalam proses. (Nanang Anna Nurani/Sup)