indosiar.com, Palu - Seorang pelayan warung makan di kota Ampena, Kabupaten Tojo Una Una Sulawesi Tengah ditangkap setelah ketahuan mengugurkan kandungan dan membuang oroknya dikawasan perbukitan Jabal Nur, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (17/12/07) siang. Polisi langsung melakukan penggalian lubang tempat orok dikubur.
Hamsiah yang akrab disapa Novi, kelahiran kota Ampena, Kabupaten Tojo Una Una ini hanya bisa menutup wajahnya setelah polisi memintanya untuk menunjukkan lubang tempat oroknya ditanam.
Lokasi penguburan berada di Jalan Soekarno Hatta kawasan pegunungan Jabal Nur, Palu Timur, Sulawesi Tengah. Polisi bersama dokter kepolisian langsung melakukan penggalian. Sekitar 15 menit kemudian, orok yang masih terbungkus baju dalam berwarna putih pun ditemukan. Orok ini lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi.
Usia orok diperkirakan tiga bulan. Setelah oroknya ditemukan, tersangka Hamsiah kemudian dibawa ke Mapolsekta Palu Timur untuk menjalani pemeriksaan. Bersama Hamsiah seorang rekannya yang bersama-sama membuang orok ikut diperiksa.
Wanita berusia 22 tahun ini mengaku orok yang dibuangnya adalah hasil hubungan intim dengan pacarnya yang biasa disapa Mas. Mas berprofesi sebagai sopir mobil berasal dari Makassar. Hamsiah rela merelakan kehormatannya lantaran dijanjikan akan dinikahi sang kekasih. Namun pil pahit harus ditelan Hamsiah sendiri. Setelah kandungan beranjak tiga bulan, janji si Mas tak kunjung terwujud. Bahkan menurut kabar terakhir, pria itu malah kabur menghindari Hamsiah ke Palopo, Sulawesi Selatan.
Meski orok yang dibuang itu merupakan hasil kerja bareng Hamsiah dengan pacarnya, namun wanita ini harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum karena telah membunuh darah dagingnya sendiri. Kini Hamsiah masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Palu Timur. (Pataruddin/Sup)