indosiar.com, Jakarta - Sebanyak 3 juta bungkus jamu palsu Kamis (04/10/07) kemarin, dimusnahkan tim Mabes Polri dengan cara dibakar. Barang bukti jamu palsu yang telah dicampuri berbagai obat kimia ini dibakar sebagai pernyataan perang Mabes Polri terhadap jamu-jamu palsu yang diperkirakan pembuatannya berpusat di wilayah Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah.
Pemusnahan jamu ilegal sebanyak 3 juta bungkus palsu dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Bumi Perkemahan Kendali Sada, Kali Bagor, Banyumas, Jawa Tengah. Tim Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Hadiatmoko menyaksikan langsung pemusnahan jutaan jamu palsu ini.
Barang bukti jamu palsu ini dimusnahkan karena peredarannya telah meresahkan warga. Selain itu pemusnahan ini sebagai bukti pernyataan perang Polri terhadap produksi jamu palsu yang banyak diproduksi di wilayah Banyumas dan Cilacap.
Jamu palsu yang dimusnahkan ini terdiri dari jenis kapsul sebanyak 1 juta 500 ribu butir, jenis serbuk bahan jamu sebanyak 122 karung, bahan kimia obat sebanyak 145 karung dan obat-obatan seperti Dekolgen, Bodrexin, Antalgin dan lain-lain sebanyak 19 karung. Selain itu ada juga kimia lainnya sebanyak 61 karung dan semen putih sebanyak 50 karung.
Sebelumnya Mabes Polri dan Polwil Banyumas melakukan penggerebekan terhadap 2 gudang jamu di Desa Gentasari, Kecamatan Sampang dan Mal Cilacap. Dua gudang tersebut berada didekat rumah pemiliknya. Dari gudang itu disita berbagai merek jamu yang diduga mengandung campuran bahan kimia obat.
Menurut Direktur V Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri, Brigjen Hadiatmoko, pihaknya akan terus memberantas peredaran jamu palsu yang berpusat di Banyumas dan Cilacap ini. Mabes Polri tidak akan mentolerir jika ada aparat setempat yang menjadi beking pengusaha jamu palsu ini. (Nanang Anna Nur/Muslichan/Sup)