indosiar.com, Mojokerto - Identitas sesosok mayat pria yang terbungkus terpal penutup mobil yang ditemukan dalam jurang dikawasan Taman Hutan Raya Raden Suryo, Mojokerto, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Setelah salah satu kerabat korban melihat tayangannya di Indosiar. Korban adalah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Malang, keluarga korban mengaku sempat dimintai uang tebusan 500 juta rupiah sehari sebelum korban ditemukan tewas.
Mayat terbungkus terpal dengan kepala dililit lakban yang ditemukan di dasar jurang kutuban sendi, kawasan Taman Hutan Raya Raden Suryo, Selasa (21/4/09) pagi, akhirnya dikenali sebagai Fransiskus Ariandi Wiyono warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Menurut Herman Wiyono, ayah korban, pihaknya segera ke Mojokerto setelah salah satu tetangga korban menyaksikan tayangan berita di Indosiar yang memberitakan penemuan mayat. Rabu sore pihak keluarga langsung mendatangi Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo dan mengenali korban dari pakaian serta ciri - ciri fisik.
Fransiskus hilang sejak malam Minggu lalu setelah pamit mengantar saudaranya berbelanja ke salah satu mall di kota Malang. Sejak itulah mahasiswa sekolah tinggi ilmu bahasa asing kota Malang tersebut menghilang.
Minggu paginya ada seseorang yang menelpon ke salah satu saudara korban meminta uang 500 juta rupiah untuk tebusan korban, tapi pihak keluarga tidak menanggapi tuntutan tersebut hingga korban ditemukan tewas di jurang.
Hasil otopsi menunjukan sebelum tewas korban terlebih dulu dianiaya. Kali ini dibuktikan dengan ditemukannya luka tusuk disekujur tubuh, patah tulang leher serta sejumlah luka di kepala.
Lihat kondisi korban yang penuh luka dipastikan pelaku penculikan lebih dari satu. Pihak kepolisian pun akan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi mata, dan untuk sementara motif penculikan diduga perampasan harta korban. (Iyet Ikke Purwoko/Dv).